Tak Berkategori

Delapan Orang Jadi Tersangka, Polres Soppeng Dalami Keterlibatan Dua Orang dalam Kasus Eksploitasi Seksual Anak

×

Delapan Orang Jadi Tersangka, Polres Soppeng Dalami Keterlibatan Dua Orang dalam Kasus Eksploitasi Seksual Anak

Sebarkan artikel ini

SOPPENG—AMBARNEWS.COM || Polres Soppeng terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan eksploitasi seksual, pelecehan fisik, dan persetubuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Soppeng.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik telah menetapkan delapan orang dewasa sebagai tersangka. Polisi juga masih mendalami keterlibatan dua orang lainnya yang diduga memiliki kaitan dengan perkara tersebut.

Perkembangan penanganan kasus itu disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, S.H., M.H., didampingi Kanit PPA Ipda Fajar Nur di Aula Tantya Sudhirajati Polres Soppeng, Rabu malam (2/9/2026).

Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husain mengatakan, penetapan delapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara pada 25 Agustus 2026. Penyidik menyatakan telah menemukan sedikitnya dua alat bukti yang sah dalam perkara tersebut.

Selain delapan tersangka dewasa, penyidik juga menangani satu anak yang berhadapan dengan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan tentang sistem peradilan pidana anak.

Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terhadap peran dua orang lainnya yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan tindak pidana terhadap korban terjadi selama empat hari berturut-turut, yakni 20 hingga 23 Agustus 2026, di salah satu hotel di Jalan Merdeka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Kasus tersebut diduga bermula pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Salah seorang tersangka berinisial A diduga menjemput korban dari sekolah kemudian membawanya ke hotel.

Di lokasi tersebut, tersangka A diduga melakukan tindak pidana terhadap korban. Selanjutnya, korban diduga diperkenalkan kepada sejumlah pihak lain melalui komunikasi WhatsApp, termasuk dengan mengirimkan video.

Penyidik menduga sejumlah tersangka lainnya kemudian datang secara bergantian ke lokasi dan melakukan tindak pidana terhadap korban dengan imbalan sejumlah uang.

Peristiwa tersebut diduga berlangsung hingga Minggu (23/8/2026) pagi. Setelah itu, korban dipulangkan ke rumah neneknya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu setelan pakaian korban berwarna hijau, uang tunai sebanyak 22 lembar dari berbagai pecahan, delapan unit telepon seluler, serta satu unit mobil Toyota Fortuner berwarna putih dengan nomor polisi DP 1926 LI.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana, di antaranya Pasal 12 juncto Pasal 15 ayat (1) huruf e dan g Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, serta pasal-pasal terkait dalam KUHP.

Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman menegaskan, penyidik masih terus mengembangkan perkara tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka apabila ditemukan bukti yang cukup.

“Kalau ada indikasi terduga pelaku baru, silakan dilaporkan. Namun tentu tidak serta-merta langsung ditangkap, semuanya melalui proses penyelidikan mendalam berdasarkan bukti-bukti yang ada,” tegas Firman.

Polres Soppeng memastikan proses penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Respon (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *