SOPPENG–AMBARNEWS.COM || Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menginstruksikan pelaksana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Kabupaten Soppeng untuk mempercepat penyelesaian proyek dengan menerapkan sistem kerja 24 jam dalam dua shift.
Instruksi tersebut disampaikan saat Bupati meninjau langsung progres pembangunan bersama tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Senin (13/7/2026).
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, S.STP., M.M., serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng, Arni Erjillah, S.Pd., Gr.
Suwardi Haseng menegaskan bahwa percepatan pembangunan merupakan prioritas utama agar fasilitas inti Sekolah Rakyat dapat difungsikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia meminta pihak kontraktor mengoptimalkan tenaga kerja dengan menerapkan sistem dua shift sehingga proses pembangunan dapat berlangsung tanpa henti selama 24 jam.
“Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” tegas Suwardi.
Sebagai bentuk komitmen pengawasan, Bupati juga menyatakan akan turun langsung ke lokasi proyek setiap dua hari sekali untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target dan sistem kerja 24 jam benar-benar diterapkan.
Meski pembangunan kawasan sekolah secara keseluruhan belum selesai, Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan sejumlah fasilitas prioritas sudah dapat digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten/kota di Indonesia.
Fasilitas yang diprioritaskan rampung meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta dapur. Adapun pembangunan fasilitas lainnya akan dilanjutkan setelah seluruh aspek keselamatan dan keamanan dipastikan memenuhi standar.
Bupati menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, area yang akan digunakan siswa harus benar-benar layak dan aman, meskipun sebagian pekerjaan konstruksi masih berlangsung di lokasi lain.
Akibat belum berfungsinya beberapa fasilitas utama, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula dijadwalkan pada 14 Juli 2026 terpaksa ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng kini menargetkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026 sesuai pedoman dari Kementerian Sosial.
Sebanyak 370 peserta didik dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing. Selama MPLS, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan dari siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.



