Berita

Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027

31
×

Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027

Sebarkan artikel ini

Mamuju ambarnews .com– Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun ke-14 Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju yang digelar secara sederhana di Jalan Pongtiku, Mamuju, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen, tenaga medis, dokter, serta seluruh karyawan Rumah Sakit Mitra Manakarra. Momentum peringatan ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan rumah sakit yang telah melewati berbagai tantangan sejak berdiri hingga kini.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka yang juga merupakan pendiri (owner) RS Mitra Manakarra mengenang perjalanan panjang rumah sakit tersebut, termasuk saat harus bangkit dari keterpurukan setelah bangunannya hancur akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Januari 2021.

“Perjalanan Rumah Sakit Mitra ini tidak mudah di tengah persaingan yang begitu ketat. Bahkan kita pernah runtuh, habis, kembali. Namun rumah sakit ini mampu bangkit lagi,” ujar Suhardi Duka.

Menurutnya, kondisi rumah sakit saat itu juga semakin membaik karena beban kredit mulai berkurang dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. Selain itu, pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan juga semakin lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Suhardi Duka optimistis kondisi tersebut akan segera membaik. Ia menargetkan setelah kewajiban kredit rumah sakit selesai pada 2027, pengembangan fasilitas akan kembali dilakukan.

“Kalau kredit sudah selesai tahun 2027, kita akan membangun lagi gedung baru di bagian belakang. Kita siapkan satu gedung khusus untuk layanan unggulan lengkap dengan peralatan terbaik sehingga Rumah Sakit Mitra Manakarra bisa menjadi rumah sakit unggulan di Sulawesi Barat,” jelasnya.

Ia menyerahkan kepada jajaran medis untuk merumuskan jenis layanan unggulan yang akan dikembangkan yang memiliki daya saing tinggi.

“Tentukan layanan unggulan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Yang penting Rumah Sakit Mitra memiliki keunggulan sehingga kelasnya bisa meningkat dan menjadi rujukan utama di Sulawesi Barat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Suhardi Duka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang tetap setia mengabdi selama bertahun-tahun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang tetap setia bersama Rumah Sakit Mitra. Ada yang bergabung sejak masih muda hingga sekarang tetap mengabdi. Loyalitas seperti inilah yang membuat rumah sakit ini tetap bertahan,” ujarnya.

Ia berharap kesejahteraan karyawan terus menjadi perhatian manajemen. Menurutnya, apabila kondisi keuangan rumah sakit semakin baik, peningkatan kesejahteraan pegawai harus menjadi prioritas.

“Kalau memang ada kemampuan, silakan naikkan gaji karyawan. Mereka yang sudah menjadi pegawai tetap juga sudah mendapatkan jaminan kesehatan, jaminan hari tua, bahkan sebagian penghasilannya sudah setara, bahkan ada yang lebih tinggi dibanding ASN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RS Mitra Manakarra, dr. Yusran Antonius, mengatakan rumah sakit saat ini menghadapi tantangan baru seiring perubahan regulasi sistem rujukan pelayanan kesehatan nasional.

Menurutnya, rumah sakit kini tidak lagi ditentukan berdasarkan kelas, melainkan berdasarkan kompetensi pelayanan yang dimiliki.

“Ke depan rumah sakit tidak lagi menjadi tempat rujukan berdasarkan tingkatan kelas, tetapi berdasarkan kompetensi rumah sakit itu sendiri. Karena itu kita harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan menghadirkan layanan unggulan,” ujar dr. Yusran.

Ia berharap manajemen segera menetapkan satu atau beberapa layanan unggulan yang mampu menjadi daya tarik bagi rumah sakit-rumah sakit jejaring untuk merujuk pasien ke RS Mitra Manakarra.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa masa berlaku akreditasi rumah sakit akan berakhir pada 2027 sehingga seluruh unsur rumah sakit harus kembali mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi berikutnya.

“Kami berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan saat meraih akreditasi Paripurna pada 2023 dapat kembali dipertahankan. Dengan kerja sama seluruh tim, kami optimistis status akreditasi terbaik dapat kembali diraih pada 2027,” tutupnya. adv/andibunga