Mamuju ambarnews.com— Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Sulawesi Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi penyampaian aspirasi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, untuk menjaga persatuan, mengedepankan dialog, serta menyampaikan pendapat secara tertib, damai, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum penting untuk memperkuat semangat kebangsaan, persaudaraan, dan persatuan di tengah perbedaan pandangan, Kamis (28/10/26).
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, dan hak tersebut hendaknya dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Polri menghormati kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dialogis, serta mengutamakan keselamatan seluruh pihak.
Personel kepolisian yang bertugas di wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju diharapkan mampu memberikan pelayanan secara profesional, membangun komunikasi yang baik dengan koordinator lapangan maupun peserta aksi, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat secara proporsional sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan santun, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga fasilitas umum. Mari kita pastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan damai tanpa mengganggu hak masyarakat lain yang sedang bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” lanjutnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta para koordinator aksi.
Polda Sulawesi Barat juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tidak terpengaruh oleh provokasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun perpecahan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda hendaknya menjadi pengingat bahwa semangat persatuan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kedamaian di Sulawesi Barat.
“Polri hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Kami ingin masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, sementara aktivitas warga lainnya tetap berjalan dengan baik. Mari kita jaga Majene, Mamuju, dan Sulawesi Barat agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna menjaga persatuan dan stabilitas keamanan di Bumi Manakarra.
Humas Polda Sulawesi Barat



