Nias Utara

Dipercaya Wakili 30 Daerah Tertinggal, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu Jadi Narasumber di Istana Negara

146
×

Dipercaya Wakili 30 Daerah Tertinggal, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu Jadi Narasumber di Istana Negara

Sebarkan artikel ini

JAKARTA–AMBARNEWS.COM || Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, mendapat kehormatan menjadi narasumber tunggal yang mewakili 30 daerah tertinggal dan sangat tertinggal se-Indonesia dalam pertemuan strategis yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.

Kepercayaan yang diberikan kepada Amizaro Waruwu merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, yang menjadi dasar dalam upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia.

Dalam forum tersebut, Amizaro menyampaikan berbagai kondisi riil, tantangan, serta kebutuhan pembangunan yang dihadapi daerah-daerah tertinggal, termasuk persoalan infrastruktur dasar, konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya dapat dipercaya menjadi narasumber mewakili 30 daerah tertinggal dan sangat tertinggal se-Indonesia sesuai amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025,” ujar Amizaro Waruwu usai mengikuti pertemuan.

Menurutnya, forum di Istana Negara tersebut menjadi momentum penting bagi daerah-daerah tertinggal untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada pemerintah pusat, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepercayaan yang diberikan kepada Bupati Nias Utara tersebut sekaligus menunjukkan peran aktif Kabupaten Nias Utara dalam memperjuangkan kepentingan daerah tertinggal di tingkat nasional serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

(Iwan Zalukhu)