Mamuju ambarnews.com— Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penguatan daya saing komoditas perkebunan, khususnya dalam menghadapi tuntutan pasar global dan penerapan regulasi internasional.
Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Agustina Palimbong, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 30 September 2026 di Ruang Kerjanya di Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan.
Agustina Palimbong mengikuti kegiatan tersebut berdasarkan arahan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin.
Kegiatan tersebut membahas persiapan para pelaku industri kakao, kopi, dan kelapa sawit dalam menghadapi European Union Deforestation Regulation (EUDR) serta upaya meningkatkan daya saing komoditas perkebunan di pasar global.
FGD menjadi ruang koordinasi dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan industri perkebunan dalam memenuhi berbagai persyaratan pasar internasional, termasuk aspek ketertelusuran, keberlanjutan, dan pemenuhan standar yang dipersyaratkan dalam perdagangan komoditas ke pasar Uni Eropa.
Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat Muh. Faizal Thamrin menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi regulasi pasar global perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi komoditas unggulan Sulawesi Barat seperti kakao, kopi, dan kelapa sawit.
“Kita perlu terus memperkuat kesiapan sektor perkebunan dalam menghadapi tuntutan pasar global. Penguatan hilirisasi, ketertelusuran, keberlanjutan, serta peningkatan kualitas dan daya saing komoditas menjadi bagian penting agar produk perkebunan Sulawesi Barat mampu memenuhi persyaratan pasar internasional,” ujar Faizal.
Sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, penguatan sektor perkebunan diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah, kualitas, daya saing, dan kemampuan komoditas daerah menembus pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perkebunan Sulawesi Barat diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dan mendorong pelaku usaha perkebunan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perubahan dan tuntutan perdagangan global.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan hilirisasi dan peningkatan daya saing komoditas perkebunan Sulawesi Barat, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan posisi komoditas perkebunan di pasar nasional maupun internasional.adv/andibunga



