MAMUJU ambarnews.com— Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat mengikuti rapat pembahasan lanjutan Lampiran Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (28/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat.
Pembahasan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, melalui penguatan Panca Daya sebagai landasan pembangunan daerah. Sinergi riset dan inovasi diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan, serta mendorong pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Rapat membahas penyusunan Lampiran NKS tentang Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan melalui Riset dan Inovasi Daerah di Provinsi Sulawesi Barat. Materi pembahasan meliputi penyelarasan ruang lingkup sinergi, program dan kegiatan, bentuk dukungan dan peran para pihak, mekanisme pelaksanaan, serta tindak lanjut kerja sama antara BRIN dan Pemprov Sulbar.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, menugaskan Sekretaris Dinas Pangan, Agus, untuk mewakili Dinas Pangan dalam rapat tersebut.
Suyuti Marzuki menyampaikan, keterlibatan Dinas Pangan menjadi bagian penting dalam memastikan sektor pangan turut terakomodasi dalam sinergi riset dan inovasi daerah.
“Pemanfaatan hasil riset diharapkan dapat mendukung perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan pangan yang lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat,” kata Suyuti.
Rapat yang dilaksanakan Bapperida Sulawesi Barat ini juga menjadi tahapan penyelarasan substansi antarperangkat daerah sebelum Lampiran NKS ditindaklanjuti dalam kerja sama antara BRIN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Melalui kolaborasi tersebut, riset dan inovasi diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Bagi Dinas Pangan, sinergi tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan, data, teknologi, dan inovasi dalam mendukung pembangunan sektor pangan, termasuk dalam perencanaan program, peningkatan ketahanan pangan, serta pengembangan kebijakan yang berbasis kebutuhan masyarakat,” ucap Suyuti.
Dengan adanya kolaborasi antara BRIN, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dan perangkat daerah terkait, hasil riset dan inovasi diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan untuk memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Maju Pangannya, Sejahtera Rakyatnya.adv/andibunga



