MAMUJU ambarnews.com— Memasuki hari ke-12 sejak dibuka pada 25 September 2026, pendaftaran Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Barat periode 2027–2032 masih terbilang sepi peminat.
Hingga Rabu, 7 Oktober 2026, tercatat baru lima orang yang telah mendaftarkan diri dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Sulawesi Barat untuk periode lima tahun mendatang.
Pendaftaran yang dibuka sejak 25 September 2026 ini menjadi bagian dari tahapan penting dalam proses penjaringan figur-figur yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, kompetensi serta komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat di Sulawesi Barat.
Kondisi minimnya pendaftar tersebut menjadi perhatian panitia seleksi. Padahal, posisi pimpinan BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak dan sedekah serta mendorong agar dana umat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok mustahik.
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Sulawesi Barat, Dr. Djunda Maulana, sebelumnya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Menurutnya, proses seleksi terbuka ini merupakan ruang bagi putra-putri terbaik Sulawesi Barat untuk mengambil bagian dalam penguatan tata kelola zakat di daerah.
“BAZNAS membutuhkan figur-figur yang memiliki integritas, kapasitas dan komitmen untuk mengembangkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, transparan dan akuntabel,” demikian semangat yang disampaikan dalam proses penjaringan calon pimpinan BAZNAS Sulawesi Barat.
Kesempatan Masih Terbuka
Masih minimnya jumlah pendaftar diharapkan tidak dimaknai sebagai kurangnya perhatian masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk mendorong lebih banyak tokoh agama, akademisi, profesional, birokrat, praktisi sosial serta elemen masyarakat lainnya yang memenuhi persyaratan agar ikut mengambil bagian.
BAZNAS merupakan lembaga yang memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat. Pengelolaan zakat yang baik tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dan penyaluran dana umat, tetapi juga bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Karena itu, keberadaan pimpinan BAZNAS yang memiliki visi, integritas dan kemampuan manajerial menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan lembaga tersebut mampu menjalankan amanah secara optimal.
Dengan waktu pendaftaran yang masih tersedia sesuai jadwal yang ditetapkan panitia, masyarakat yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan diharapkan tidak menunggu hingga mendekati batas akhir.
Lima pendaftar dalam 12 hari pertama menjadi catatan tersendiri dalam proses seleksi kali ini. Namun, peluang untuk menghadirkan lebih banyak kandidat terbaik masih terbuka.
Panitia seleksi pun berharap semakin banyak putra-putri terbaik Sulawesi Barat yang bersedia mengambil bagian dalam proses tersebut, sehingga nantinya dapat diperoleh figur pimpinan BAZNAS yang benar-benar mampu membawa lembaga pengelola zakat ini semakin profesional, terpercaya dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Seleksi Capim BAZNAS Sulawesi Barat 2027–2032 bukan sekadar mencari calon pimpinan, tetapi mencari figur yang siap mengemban amanah umat.(Doem. Ibrahim)/ andib



