Soppeng

Absennya Bupati Soppeng di Konsolidasi Golkar Jadi Sorotan, Suwardi Haseng: Tidak Ada Undangan

148
×

Absennya Bupati Soppeng di Konsolidasi Golkar Jadi Sorotan, Suwardi Haseng: Tidak Ada Undangan

Sebarkan artikel ini

SOPPENG—AMBARNEWS.COM || Pelaksanaan Konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan wilayah Dapil Sulsel II di Kabupaten Soppeng, Sabtu (16/5/2026), berlangsung meriah. Namun, agenda tersebut turut menyisakan sorotan terkait komunikasi internal partai di tingkat daerah.

Sorotan muncul setelah Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, tidak terlihat menghadiri kegiatan konsolidasi yang diselenggarakan DPD II Golkar Soppeng tersebut. Kondisi ini berbeda dengan pelaksanaan konsolidasi Golkar di wilayah Dapil I dan Dapil III yang turut dihadiri unsur pemerintah daerah setempat.

Belakangan diketahui, Pemerintah Kabupaten Soppeng disebut tidak menerima undangan resmi dari panitia penyelenggara untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Saat dikonfirmasi terpisah, Suwardi Haseng membantah ketidakhadirannya disebabkan faktor kesengajaan.

“Saya lagi ada kegiatan di Jakarta, urusan pemerintahan,” ujar Suwardi.

Meski demikian, ia juga mengaku tidak menerima undangan resmi dari DPD II Golkar Soppeng selaku penyelenggara kegiatan.

“Tapi memang tidak ada undangan dari DPD II sebagai penyelenggara. Seandainya ada undangan, wakil bupati atau perwakilan pemerintah daerah lainnya bisa menghadiri acara tersebut,” tambahnya.

Dalam rundown kegiatan, juga tidak tercantum agenda sambutan dari unsur Pemerintah Kabupaten Soppeng maupun perwakilan pemerintah daerah lainnya.

Situasi tersebut berbeda dengan pelaksanaan Konsolidasi Golkar Sulsel di daerah lain. Pada Konsolidasi Golkar Sulsel I di Kabupaten Takalar, Bupati Takalar Moh Firdaus Daeng Manye yang bukan kader Golkar turut hadir memenuhi undangan DPD II Golkar Takalar. Sementara pada Konsolidasi Golkar Sulsel III di Kabupaten Pinrang, kegiatan juga dihadiri unsur pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Pinrang atas undangan DPD II Golkar Pinrang.

Perbedaan itu memunculkan berbagai tafsir politik di kalangan kader maupun pengamat lokal. Terlebih, Soppeng selama ini dikenal sebagai salah satu basis tradisional Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya di hadapan kader dan pengurus Golkar se-Sulsel II, Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin M Said menekankan pentingnya soliditas dan persatuan kader sebagai kunci kemenangan partai.

“Yang menang yang akan mengatur. Kunci kemenangan adalah solid dan persatuan,” tegas Muhiddin.

Ia juga beberapa kali menyinggung pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya memperbesar partai di daerah.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian tersendiri karena forum konsolidasi di Soppeng berlangsung tanpa kehadiran kepala daerah yang juga merupakan kader Golkar.

Sejumlah pihak menilai absennya kepala daerah dalam forum konsolidasi partai di daerah sendiri merupakan situasi yang tidak lazim, terlebih kepala daerah tersebut berasal dari partai yang sama.