Tak Berkategori

Bupati Soppeng Tegaskan MBG Harus Sesuai Mekanisme, Higienitas dan Gizi Jadi Prioritas

×

Bupati Soppeng Tegaskan MBG Harus Sesuai Mekanisme, Higienitas dan Gizi Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

SOPPENG—AMBARNEWS.COM || Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng harus berjalan sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan. Higienitas, keamanan pangan, kualitas gizi hingga ketepatan waktu penyajian menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan Bupati Soppeng saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan MBG merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang memiliki tujuan penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kualitas generasi bangsa. Karena itu, pelaksanaannya di daerah harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak yang terlibat.

“Pemerintah daerah tidak main-main dan menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Gabungan Mitra MBG untuk menyukseskan penyelenggaraan MBG di Kabupaten Soppeng,” tegasnya.

Bupati meminta seluruh mitra pelaksana memastikan sedikitnya empat aspek utama dalam penyelenggaraan MBG, yakni higienitas, standar gizi yang optimal, ketepatan waktu penyajian, serta kualitas bahan pangan.

Menurutnya, standar tersebut bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian penting dari tanggung jawab penyelenggara karena makanan yang disiapkan ditujukan kepada kelompok penerima manfaat yang membutuhkan asupan bergizi dan aman.

Penerima manfaat tersebut mencakup anak sekolah dan santri, serta kelompok lainnya seperti balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

“Karena itu, proses penyelenggaraan MBG harus dikawal sejak bahan pangan disiapkan, makanan diolah di dapur SPPG, hingga diterima oleh penerima manfaat,” ujarnya.

Pemkab Siapkan Dukungan dan Pengawasan

Pemkab Soppeng, lanjut Bupati, akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MBG melalui peran sebagai fasilitator sekaligus melakukan pengawasan.

Dukungan tersebut antara lain melalui fasilitasi lahan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penyediaan dan verifikasi data riil penerima manfaat, serta pemanfaatan laboratorium daerah untuk pengujian sampel makanan secara berkala.

Pengujian sampel dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan makanan yang diberikan aman dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya maupun bakteri yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Pengawasan terhadap higienitas dan sanitasi dapur SPPG juga menjadi bagian penting dalam memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.

Di sisi lain, pelaksanaan MBG di Kabupaten Soppeng terus mengalami perkembangan. Ketua Panitia Peringatan Maulid Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, melaporkan saat ini terdapat 18 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Soppeng.

Bertambahnya jumlah SPPG tersebut membuat cakupan pelaksanaan program semakin luas. Kondisi itu sekaligus menuntut seluruh penyelenggara menjaga standar pelayanan dan kualitas makanan secara konsisten.

Maulid Jadi Momentum Perkuat Semangat Berbagi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Gabungan Mitra MBG tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia.”

Tema tersebut sejalan dengan semangat pelaksanaan MBG yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Bupati mengaitkan momentum Maulid dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan dengan penuh tanggung jawab. Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Bagi Pemkab Soppeng, MBG juga dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi masa depan Bumi Latemmamala.

Anak-anak Soppeng diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, religius, berintegritas serta memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dengan 18 SPPG yang saat ini beroperasi, Bupati meminta seluruh unsur yang terlibat tidak hanya mengejar perluasan cakupan program, tetapi juga memastikan kualitas pelaksanaannya tetap terjaga.

Pemerintah daerah, mitra MBG dan seluruh pihak terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada penerima sekaligus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi.

Bupati mengajak seluruh pihak bergandengan tangan menyukseskan pelaksanaan MBG secara profesional dan bertanggung jawab demi mendukung terwujudnya generasi Soppeng yang sehat, berkualitas dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *