SOPPENG—AMBARNEWS.COM || Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meninjau langsung pekerjaan normalisasi dan pengerukan saluran irigasi yang bersumber dari Danau Tempe di Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Rabu (16/9/2026).
Normalisasi tersebut dilakukan untuk memperlancar distribusi air ke areal persawahan Kelompok Tani Toddang Saloe. Pekerjaan ini diperkirakan dapat membantu menyelamatkan sekitar 85 hektare sawah dari ancaman kekurangan air yang berpotensi menyebabkan gagal panen atau puso.
Dalam kunjungannya, Suwardi didampingi jajaran Dinas PUPR, Dinas Peternakan dan Perikanan, Lurah Limpomajang, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Pekerjaan normalisasi dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dengan dukungan satu unit alat berat ekskavator dari Pemerintah Kabupaten Soppeng. Selain dukungan alat, sebagian kebutuhan bahan bakar operasional alat berat juga dibantu secara pribadi oleh Suwardi Haseng.
Normalisasi saluran tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama sepanjang 700 meter telah rampung dikerjakan. Sementara tahap kedua memiliki panjang 1.100 meter, dengan progres sekitar 600 meter dan menyisakan kurang lebih 500 meter.
Saat berada di lokasi, Suwardi mengapresiasi semangat dan kekompakan para petani yang bergotong royong mengatasi persoalan pengairan lahan pertanian mereka.
“Saya senang melihat semangat petani untuk bergotong royong dan kekompakan petani menghadapi masalah seperti ini. Bergotong royong dapat menyelesaikan banyak masalah. Kalau kita menjaga kebersamaan dan persatuan, pekerjaan berat akan terasa ringan,” kata Suwardi.
Salah seorang anggota Kelompok Tani Toddang Saloe turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Suwardi Haseng, baik dalam kapasitasnya sebagai Bupati Soppeng maupun melalui dukungan secara pribadi.
Bagi para petani Toddang Saloe, normalisasi saluran irigasi menjadi kebutuhan penting. Kelancaran aliran air sangat menentukan keberlangsungan tanaman dan produktivitas sawah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Pekerjaan normalisasi ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan air bagi areal persawahan tetap terpenuhi, sekaligus membantu petani menjaga tanaman dari risiko gagal panen akibat terganggunya sistem pengairan.



