Nias Utara

Pemkab Nias Utara Sosialisasikan Informasi Rawan Bencana, Sekda: Kesiapsiagaan Dimulai dari Keluarga

113
×

Pemkab Nias Utara Sosialisasikan Informasi Rawan Bencana, Sekda: Kesiapsiagaan Dimulai dari Keluarga

Sebarkan artikel ini

NIAS UTARA–AMBARNEWS.COM || Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Pelayanan Informasi Rawan Bencana Tahun Anggaran 2026 di Tribun Kabupaten Nias Utara, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Utara, Bazatulo Zebua, dan dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nias Utara, Yasokhi Hulu, beserta jajaran. Sebanyak 63 peserta yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Nias Utara turut mengikuti kegiatan ini.

Dalam laporannya, Kepala Pelaksana BPBD Nias Utara, Yasokhi Hulu, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, dan edukasi terkait potensi risiko bencana di wilayah Kabupaten Nias Utara.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana, mengurangi risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa, serta memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam arahannya, Sekda Bazatulo Zebua menegaskan bahwa Kabupaten Nias Utara memiliki berbagai potensi ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam. Beberapa di antaranya adalah gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, angin badai, wabah penyakit, hingga konflik sosial.

Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana memerlukan langkah yang tepat, cepat, efektif, serta didukung perencanaan yang matang agar pelaksanaannya dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

“Untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, perlu dibangun sejak dini dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana akan menentukan besar kecilnya risiko dan dampak yang ditimbulkan,” ujar Bazatulo Zebua.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media massa dan media sosial.

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai kerawanan bencana bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting yang dapat menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa informasi peringatan dini dan status kerawanan wilayah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat desa, termasuk kelompok-kelompok rentan,” pungkasnya.

(Iwan Zalukhu)