Berita

Wujudkan SDM Unggul, Pemprov Sulbar Perkuat Sinergi Strategis Bersama FK Unhas

28
×

Wujudkan SDM Unggul, Pemprov Sulbar Perkuat Sinergi Strategis Bersama FK Unhas

Sebarkan artikel ini

Makassar ambarnews.com– Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) di Makassar, Rabu 13 Mei 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademis dan praktis dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Sulawesi Barat.

Kehadiran Provinsi Sulawesi Barat dalam forum ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. Hal ini sejalan dengan komitmen Panca Daya Ketiga, yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkarakter melalui penguatan sektor kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kesehatan adalah investasi penentu masa depan bangsa. Kerjasama dengan institusi pendidikan seperti FK Unhas sangat krusial untuk memastikan ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan berkualitas di Sulbar,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai peluang pengembangan kapasitas tenaga kesehatan serta pemanfaatan inovasi teknologi untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Langkah ini dipandang sebagai katalisator penting dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih responsif dan inklusif.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat meyakini bahwa sinergi antara kebijakan daerah dan dukungan pakar akademisi akan mempercepat pencapaian target-target kesehatan strategis, termasuk eliminasi penyakit menular dan penurunan angka stunting di Sulawesi Barat.

Penguatan SDM sektor kesehatan di Sulawesi Barat diposisikan sebagai pilar strategis untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Dengan mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, Sulawesi Barat diharapkan mampu memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

“Keberhasilan sistem kesehatan pada akhirnya diukur dari manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di kelompok rentan,” pungkas dr. Nursyamsi Rahim. adv/andibunga