WAJO-AMBARNEWS.COM || Kondisi infrastruktur di wilayah Pammera, Kelurahan Walennae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hingga kini masih memprihatinkan. Akses jalan yang rusak parah dan minimnya sarana transportasi membuat aktivitas warga setempat menjadi terhambat.
Untuk mencapai daerah yang berada di pinggir Sungai Walennae tersebut, warga maupun pengunjung harus melewati jembatan gantung yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Sementara itu, kendaraan roda empat hanya bisa masuk dalam kondisi darurat, itupun dengan keterbatasan akses yang cukup menyulitkan.
Saat tim redaksi Ambarnews melakukan kunjungan pada Selasa, 24 Maret 2026, terlihat kondisi jalan yang masih berupa tanah dan jalan setapak. Sejumlah titik tampak berlubang, bahkan mengalami penyempitan akibat tumbuhnya tanaman liar di sepanjang sisi jalan.

Kondisi ini semakin parah saat musim hujan tiba. Jalan berubah menjadi licin dan berlumpur, sehingga sulit dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Situasi tersebut tentu berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Salah seorang warga setempat yang telah puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut mengungkapkan keluhannya. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah.
“Kami sudah lama merasakan kondisi seperti ini. Setiap musim hujan, jalan makin parah dan susah dilewati. Kalau ada warga sakit, sangat sulit untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” ujarnya.
Warga Pammera kini hanya bisa berharap adanya pembangunan infrastruktur yang layak, agar akses menuju wilayah mereka tidak lagi terisolasi dan kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih baik.



