Berita

Sinergitas DKPPKB Sulbar dan RSSH Adinkes Perkuat Integrasi Program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Sulawesi Barat

22
×

Sinergitas DKPPKB Sulbar dan RSSH Adinkes Perkuat Integrasi Program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Sulawesi Barat

Sebarkan artikel ini

Mamuju ambarnews.com– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kolaborasi dengan RSSH Adinkes dalam mendukung percepatan integrasi penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Sulawesi Barat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung di Hotel Matos Mamuju, 23–25 Juli 2026.

Workshop ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan kebijakan nasional terkait integrasi program ATM di tingkat daerah.

Melalui sinergi antara DKPPKB Sulawesi Barat, RSSH Adinkes, Kementerian Kesehatan RI, pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, dan para mitra pembangunan, diharapkan pelaksanaan program ATM dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan hingga ke tingkat pelayanan kesehatan primer.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci dalam mempercepat pencapaian target eliminasi Tuberkulosis, pengendalian HIV/AIDS, dan eliminasi Malaria di Sulawesi Barat.

“Integrasi program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, mitra pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan semakin efektif, efisien, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Sinergi bersama RSSH Adinkes ini menjadi langkah nyata memperkuat sistem kesehatan daerah,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan yang menempatkan pelayanan primer sebagai ujung tombak dalam pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta pendampingan masyarakat.

Penguatan integrasi program ATM ini sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yaitu Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter, melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan yang merata, terintegrasi, dan berkelanjutan, untuk mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Melalui workshop ini, DKPPKB Sulawesi Barat berharap terbangun komitmen bersama seluruh kabupaten dalam mengimplementasikan petunjuk teknis integrasi ATM sehingga target nasional eliminasi Tuberkulosis, pengendalian HIV/AIDS, dan eliminasi Malaria dapat dicapai secara lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Barat.adv/andibunga