Berita

Samsat Mamuju Pendataan Minggu Kedua: Data Baru Pajak Alat Berat Tapalang Mulai Terbongkar

24
×

Samsat Mamuju Pendataan Minggu Kedua: Data Baru Pajak Alat Berat Tapalang Mulai Terbongkar

Sebarkan artikel ini

Mamuju ambarnews.com— Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus mengakselerasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pendataan dan penagihan aktif di lapangan. Melalui UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, langkah konkret kembali ditunjukkan dengan menyasar sektor potensial pajak alat berat di wilayah Kecamatan Tapalang.

Memasuki minggu kedua pelaksanaan, tim yang telah dibentuk secara khusus bergerak menyisir seluruh wilayah kecamatan. Pada Rabu-Kamis (29 hingga 30 April 2026), fokus pendataan diarahkan ke Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, dengan hasil yang cukup signifikan.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak Mamuju, Rosianah M. Nadir, menjelaskan bahwa strategi pembagian tim menjadi kunci efektivitas kerja di lapangan.

“Kami membagi tim untuk memastikan seluruh wilayah terjangkau. Pendataan ini penting untuk memperluas basis pajak, khususnya alat berat yang memiliki potensi besar namun belum seluruhnya terdata,” ujarnya.

Tim yang dikoordinir oleh Mastur, Herly, dan Renal berhasil menemukan data baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam basis data. Salah satunya adalah perusahaan CV. xxx 27 yang beralamat di Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang.

Dari hasil pendataan lapangan, perusahaan tersebut tercatat memiliki sejumlah alat berat berupa:
2 unit excavator merk KOTRAK
1 unit excavator merk SANWAR
2 unit excavator merk LIGMA

Temuan ini menjadi bukti bahwa masih terdapat potensi pajak alat berat yang belum tergali secara optimal. Seluruh data yang diperoleh merupakan hasil murni dari pendataan langsung di lapangan. Tim juga telah mengantongi nomor kontak pemilik perusahaan, sementara dokumen pendukung seperti faktur kepemilikan akan segera dilengkapi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Bapenda Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa kegiatan pendataan dan penagihan aktif akan terus digencarkan di seluruh wilayah.

“Kami mendorong seluruh UPTD untuk jangan hanya menunggu, tetapi aktif turun ke lapangan. Data yang akurat menjadi kunci dalam optimalisasi penerimaan daerah,” tegasnya.

Dengan capaian ini, Bapenda Sulbar optimistis potensi pajak daerah, khususnya dari sektor alat berat, dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. adv/andibunga