Mamuju ambarnews.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga (SDK-JSM) di Masjid Raya Suada Mamuju, Jumat, 20 Februari 2026.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memulai sambutannya dengan mengutip puisi sufi legendaris Jalaluddin Rumi.
“Kata Rumi, aku tadinya mati tetapi menjadi hidup. Aku tadinya air mata tetapi menjadi senyum. Aku mengarungi lautan cinta. Aku meraih kebahagiaan dan abadi,” ucap Suhardi Duka.
Dalam suasana penuh khidmat Ramadan, Suhardi Duka mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas capaian yang diraih Sulbar dalam satu tahun terakhir sejak dirinya dan Wakil Gubernur dilantik pada 20 Februari tahun lalu.
“Hari ini kita syukuri. Kenapa kita syukuri? Karena ada yang kita capai. Kalau tidak ada yang kita capai, kita tidak syukuri, tapi merenungi,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat melampaui pertumbuhan nasional. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dan kesenjangan ekonomi menyempit, tercermin dari rasio gini yang turun dari 3,16 menjadi 3,06. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 70 menjadi 71.
“Secara komposit pembangunan, semua menunjukkan tren naik. Ini semua perlu kita syukuri,” kata Suhardi Duka.
Gubernur Suhardi Duka juga menyinggung kondisi fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Ia menyebut Sulbar sempat mengalami pemotongan anggaran sekitar Rp300 miliar, namun melalui lobi ke pemerintah pusat, berhasil mendapatkan tambahan alokasi sekitar Rp500 miliar.
“Dalam kondisi terbatas pun kita tetap bergerak,” tegasnya.
Dalam refleksi tersebut, Suhardi Duka juga menyampaikan kenangan mendalam terhadap almarhum Wakil Gubernur, Salim S Mengga yang telah wafat. Dengan nada haru, ia mengenang keharmonisan dan kepercayaan yang terbangun selama memimpin bersama.
“Keputusan yang diambil wakil gubernur adalah keputusan gubernur, dan keputusan saya juga adalah keputusan beliau. Begitu saling percayanya kami,” tutur Suhardi Duka.
Ia mengaku sempat merenung dan berdialog dalam hati setelah kepergian wakilnya tersebut. “Tapi apapun itu, mari kita tegar dan lanjutkan perjuangan ini. Dengan integritas yang telah beliau tanamkan, saya yakin beliau tersenyum di sana,” ucapnya.
Pada momentum tersebut, Pemprov Sulbar juga membagikan seribu paket kepada masyarakat. Gubernur menyatakan, pahala dari kegiatan tersebut diniatkan untuk almarhum Wakil Gubernur.
Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, instansi vertikal, serta keluarga almarhum Wakil Gubernur. Suhardi Duka menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan daerah.
“Daerah ini bukan hanya tanggung jawab gubernur, tapi tanggung jawab kita bersama,” tutur Suhardi Duka.
Menutup sambutannya, ia kembali mengutip Rumi. “Ilmu dan adab seseorang manusia adalah kekayaannya. Keduanya tidak akan kedaluwarsa. Tidak akan membusuk dan tidak akan hilang. Orang yang hatinya terbuka, tangannya pun akan terbuka.”
Ia berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat integritas, kebersamaan, dan komitmen dalam membangun Sulbar ke depan. adv/andibunga



