Jakarta,Ambarnews.com| Puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) melakukan aksi unjukrasa di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada Guntur, Kecamatan Setia Budi Kota Jakarta Selatan DKI, Kamis (9/07/2026) sekira pukul 10:30 WIB.
Kedatangan mereka yang dikawal kepolisian dari Polda Metro Jaya (PMJ) itu,meminta dan mendesak petugas anti rasuah untuk segera memanggil sebanyak 45 orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan. Karena dinilai telah melakukan dugaan KKN.
“Kami minta pihak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa 45 anggota DPRD Asahan. Mereka kami duga sengaja meloloskan alokasi anggaran pokok pikiran (Pokir) yang merupakan usulan mereka. Tapi usulan tersebut,mereka sendiri yang mengerjakan dengan menyuruh team sukses ( TS) mereka yang mengerjakan pokir, “teriak Ketua DPC LSM PMPRI Kabupaten Asahan, Hendra Syahputra SP dalam orasinya didepan kantor Gedung Merah Putih.
“Banyak bantuan hibah yang diloloskan angggota DPRD Asahan melalui usulan mereka. Namun, semua dana hibah mereka disalurkan pada team sukses mereka tanpa ada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Artinya mereka melakukan KKN berjamaah, “kata Korlap aksi, Syafruddin Harahap dalam orasinya,
” Kami juga meminta KPK untuk segera turun ke Asahan,untuknmemeriksa dokumen PT Citra Sawit Indah Lestari (CSIL) .Dimana PT perkebunan sawit tersebut, kami duga telah melakukan pengemplangan pajak sejak berdiri. Sehingga mliyarand rupiah negara rugi dibuat perusahaan tersebut. Karena tidak membayar pajak, “tegas Syafruddin Harahap.
Setelah beberapa lama melakukan orasi secara bergantian, mereka diterima oleh petugas yang menjaga kantor gedung Merah Putih. Oleh petugas,mereka diminta oleh untuk melaporkan secara resmi dengan memberikan data data yang lengkap.
“Rekan- rekan diminta untuk melaporkan pengaduan secara tertulis. Diminta untuk memasukan dengan bukti-bukti yang lengkap, biar diproses laporannya, “ujar petugas yang berjaga di gedung KPK.
Usai mendapat jawaban dari petugas, puluhan massa LSM PMPRI langsung membubarkan diri dengan kembali ke rumah masing-masing. (Tim)



