Mamuju ambarnews.com– Suasana berbeda kini terasa di gedung layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Mengusung konsep ruang baca yang lebih santai dan humanis, perpustakaan menghadirkan fasilitas lesehan guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para pemustaka, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
Memasuki Ramadhan, atmosfer perpustakaan semakin hangat dan religius. Area lesehan yang dilengkapi karpet, bantal duduk, serta tata pencahayaan yang nyaman memungkinkan pengunjung membaca, berdiskusi, maupun mengerjakan tugas dengan suasana yang lebih rileks namun tetap kondusif. Banyak pengunjung memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa (ngabuburit) dengan membaca Al-Qur’an, literatur keislaman, maupun buku-buku pengembangan diri.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menghadirkan ruang literasi yang ramah dan inklusif selama Ramadhan. Perpustakaan juga menampilkan sudut khusus koleksi tematik Ramadhan, mulai dari buku sejarah Islam, kisah para nabi, fiqih puasa, hingga inspirasi amalan di bulan suci.
Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, melalui penguatan literasi serta pelayanan publik yang inovatif dan inklusif.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, mengatakan bahwa konsep ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang literasi yang tidak kaku, termasuk dalam suasana Ramadhan.
“Ramadhan adalah momentum meningkatkan ibadah dan ilmu pengetahuan. Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk memperdalam wawasan, bukan hanya tempat meminjam buku. Dengan fasilitas lesehan, pengunjung bisa merasakan suasana yang lebih santai namun tetap produktif, bahkan sambil menunggu waktu berbuka,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Melalui Bidang Layanan dan Pengembangan Bahan Pustaka, peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan, mulai dari optimalisasi ruang baca, layanan sirkulasi, hingga penyesuaian jam layanan selama Ramadhan agar tetap memberikan akses maksimal kepada masyarakat. Petugas juga menghadirkan pelayanan yang lebih ramah dan humanis guna menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan.
Sementara itu, secara berkelanjutan melakukan penambahan dan pembaruan koleksi, baik cetak maupun digital. Khusus Ramadhan, koleksi literatur keagamaan dan buku-buku motivasi islami turut menjadi perhatian agar dapat memenuhi kebutuhan referensi masyarakat.
Perpustakaan juga menyediakan koleksi muatan lokal Sulawesi Barat yang memuat literatur tentang sejarah, budaya, adat istiadat, tokoh daerah, hingga potensi kearifan lokal. Kehadiran koleksi ini menjadi bagian dari upaya pelestarian informasi dan identitas daerah agar dapat diakses oleh generasi sekarang maupun mendatang, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya yang sejalan dengan semangat Ramadhan.
Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, perpustakaan diharapkan semakin menjadi pusat literasi, edukasi, serta pelestarian arsip dan budaya di Provinsi Sulawesi Barat. Di bulan suci Ramadhan, perpustakaan bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang menenangkan diri, memperkaya ilmu, dan mempererat kebersamaan dalam nuansa ibadah dan keberkahan. adv/andibunga



