Mamuju ambarnews.com– Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan koordinasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispop) Kabupaten Polewali Mandar pada Senin, 3 Agustus 2026. Kunjungan tersebut diterima Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, SDM dan Kelembagaan Pariwisata, Imelda Adhy Yanti, di ruang rapat kantor Dispoparekraf Sulbar.
Koordinasi tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas destinasi, pengembangan desa wisata, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi antarpemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tahapan kurasi Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 yang berlangsung di tingkat provinsi hingga 8 Agustus 2026. Pembahasan meliputi verifikasi kelengkapan dokumen, sinkronisasi data pendukung, serta penguatan pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dispop Kabupaten Polewali Mandar, Sidrayani menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme kurasi WIA, verifikasi administrasi, penyempurnaan data pendukung, serta kesiapan usulan sebelum memasuki tahapan seleksi nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, SDM dan Kelembagaan Pariwisata Dispoparekraf Sulbar Imelda Adhy Yanti, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi berperan melakukan pendampingan teknis, verifikasi administrasi dan substansi usulan, serta memastikan setiap nominasi dari kabupaten telah memenuhi persyaratan sesuai pedoman Kementerian Pariwisata.
Selain mendukung tahapan WIA, koordinasi juga membahas penguatan tata kelola destinasi melalui peningkatan kualitas amenitas, atraksi, aksesibilitas, serta pengelolaan destinasi berbasis masyarakat sebagai upaya meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Menanggapi kelembagaan Pokdarwis, Imelda mengatakan pembinaan akan dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, fasilitasi pelatihan dan sertifikasi, serta mendorong keterlibatan Pokdarwis dalam berbagai agenda dan kalender pariwisata daerah.
“Pokdarwis merupakan mitra pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi,” jelas Imelda.
Secara terpisah, Kepala Dispoparekraf Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperkuat koordinasi dan pendampingan kepada seluruh pemerintah kabupaten agar seluruh tahapan kurasi Wonderful Indonesia Awards berjalan optimal sekaligus memperkuat tata kelola destinasi wisata di Sulawesi Barat.
“Kami mendorong setiap kabupaten memaksimalkan potensi destinasi, desa wisata, serta pelaku ekonomi kreatif yang dimiliki agar mampu memenuhi indikator penilaian dan bersaing pada tingkat nasional, sehingga semakin mengharumkan nama Sulawesi Barat,” tegas Bau Akram.
Bau Akram menambahkan, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari meningkatnya kualitas destinasi, partisipasi masyarakat, dan dampak ekonomi yang dirasakan secara langsung.
“Kita akan terus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi dengan seluruh kabupaten agar pengembangan pariwisata berlangsung secara terpadu, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat citra Sulawesi Barat sebagai destinasi wisata yang berdaya saing,” pungkasnya.adv/andibunga



