Lutra

Lintasi Dua Kabupaten, FK LSM–PERS Gaungkan Kesadaran Rakyat: Luwu Raya Harus Jadi Provinsi

25
×

Lintasi Dua Kabupaten, FK LSM–PERS Gaungkan Kesadaran Rakyat: Luwu Raya Harus Jadi Provinsi

Sebarkan artikel ini

LUWU UTARA-AMBARNEWS.COM || Forum Komunikasi (FK) LSM–PERS Kabupaten Luwu Utara menggelar pawai damai lintas kabupaten yang melintasi wilayah Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (17/1/2026). Aksi ini merupakan bentuk seruan perjuangan untuk mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya demi kesejahteraan masyarakat Tanah Luwu.

Pawai damai yang dimulai dari Masamba, Kabupaten Luwu Utara, berlangsung tertib dan kondusif. Dalam rangkaian aksi tersebut, massa menyampaikan orasi di empat titik strategis. Titik orasi pertama berada di Masamba, tepatnya di perempatan jalan menuju Kantor Bupati Luwu Utara. Orasi kemudian dilanjutkan di pertigaan Tarengge, Kabupaten Luwu Timur, titik ketiga di Malili, Kabupaten Luwu Timur, serta titik keempat di pertigaan Karebbe, jalur menuju Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam setiap orasinya, Bayu Segera selaku orator menyuarakan pentingnya perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Ia mengajak seluruh peserta aksi dan masyarakat untuk menyadari bahwa Provinsi Luwu Raya merupakan masa depan bersama, baik bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

Ketua Forum Komunikasi LSM–PERS Kabupaten Luwu Utara sekaligus jenderal lapangan aksi, Almarwan Andi’ Makke, menegaskan bahwa pawai damai yang dilaksanakan pada 17 Januari 2026 ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif rakyat Tanah Luwu Raya.

“Misi kami adalah membangkitkan kesadaran rakyat Tanah Luwu Raya bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya diperjuangkan untuk masa depan kita bersama dan generasi-generasi yang akan datang,” tegas Almarwan.

Selain berorasi, massa aksi juga membagikan selebaran kepada masyarakat di sepanjang rute pawai. Selebaran tersebut berisi seruan dan edukasi tentang pentingnya pembentukan Provinsi Luwu Raya serta ajakan kepada masyarakat untuk turut mendukung perjuangan pemekaran daerah tersebut.

Dalam selebaran itu ditegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan tanggung jawab negara. Menurut Almarwan, hal tersebut merupakan janji Republik Indonesia yang telah disampaikan sejak era Presiden Soekarno kepada Raja Luwu, Yang Mulia Andi Jemma, pada era 1950-an.

Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya bukanlah kepentingan segelintir kelompok, melainkan perjuangan kolektif seluruh rakyat Tanah Luwu demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

“Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya oleh rakyat Tanah Luwu Raya adalah upaya yang sah dan konstitusional untuk memperoleh pemerintahan yang adil dan merata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Almarwan menjelaskan sejumlah manfaat strategis jika Provinsi Luwu Raya terbentuk, antara lain pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, terbukanya lapangan kerja baru, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah Tanah Luwu.

“Jika Provinsi Luwu Raya terbentuk, pembangunan akan lebih merata, pelayanan publik lebih cepat dan efektif, lapangan kerja terbuka, serta pusat ekonomi baru akan tumbuh. Karena itu, seluruh rakyat Luwu Raya harus bersatu dan yakin bahwa Provinsi Luwu Raya akan terwujud jika diperjuangkan bersama,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Almarwan Andi’ Makke menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian dan insan pers.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Luwu Utara dan Polres Luwu Timur atas pengawalan dan pengamanan sehingga aksi damai ini berjalan lancar. Terima kasih juga kepada rekan-rekan wartawan di Kabupaten Luwu Timur yang telah mendukung dan meliput aksi kami,” pungkasnya.