Berita

Kritik Menggulung Proyek MBG Sulbar, Dugaan Kepentingan Insentif Harian Menguat

73
×

Kritik Menggulung Proyek MBG Sulbar, Dugaan Kepentingan Insentif Harian Menguat

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Mamuju, ambarnews.com– Aktivis Sulawesi Barat, Muliadi, kembali melontarkan kritik terhadap pelaksanaan Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju. Dengan nada menyentil namun serius, ia menduga pendistribusian MBG sengaja dirapel selama tiga hari demi memaksimalkan keuntungan pihak tertentu.

Menurutnya, jika ada anggaran operasional berupa insentif Rp6 juta per hari untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maka logikanya pelayanan juga harus berjalan setiap hari. Bukan justru “hemat gerak, padat bagi”.

“Yang saya tahu, di penghujung Ramadan baru diinstruksikan dibagikan per tiga hari. Kalau memang insentifnya harian, ya mestinya makannya juga harian. Jangan sampai ini program makan bergizi berubah jadi makan bergilir,” ujarnya berseloroh.

Ia menilai, perapelan distribusi justru menimbulkan kesan seolah-olah ada yang lebih sibuk menghitung keuntungan daripada menghitung kandungan gizi. Bahkan, Supriadi menduga skema tersebut berpotensi menguntungkan pihak-pihak yang seharusnya bertugas mengawasi jalannya program.

Tak hanya soal jadwal pembagian, ia juga menyoroti menu MBG yang beredar di media sosial. Alih-alih membuat masyarakat yakin dengan kualitas gizinya, menu tersebut malah memancing gelak tawa warganet.

“Kalau masyarakat ketawa lihat menunya, ini yang perlu dicek: gizinya cukup atau cuma cukup untuk jadi konten?” katanya.

Muliadi juga mempertanyakan kompetensi tenaga ahli gizi yang terlibat dalam SPPG. Ia menyindir kemungkinan tenaga yang ditunjuk bukan profesional sesuai standar, bahkan menyinggung dugaan administrasi yang “terlalu kreatif”.

“Jangan sampai ahli gizinya hasil ‘pesantren kilat’, sertifikatnya fotokopi rasa asli. Ini urusan kesehatan, bukan lomba desain dokumen,” ucapnya.

Meski dibalut nada satire, kritik tersebut menyentuh persoalan serius terkait transparansi, kualitas layanan, dan profesionalisme dalam program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Pewarta nuansainfo.com mencoba menghubungi Ketua dan Wakil Ketua Koordinator Regional MBG Sulawesi Barat untuk mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak terkait. andibunga