Berita

Kapolda Sulbar Pimpin Pelatihan Pra Operasi Sikat Marano 2026: Tekan Kriminalitas, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

40
×

Kapolda Sulbar Pimpin Pelatihan Pra Operasi Sikat Marano 2026: Tekan Kriminalitas, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Sebarkan artikel ini

Polda Sulbar ambarnews.com– Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, memimpin langsung kegiatan Pelatihan Pra Operasi Sikat Marano Tahun 2026, Senin (20/4/26) di Aula Marannu Mapolda.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah kesiapan dan penyamaan persepsi seluruh jajaran dalam upaya menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Sulbar.

Dalam arahannya kepada seluruh peserta pelatihan, Kapolda menjelaskan bahwa dasar dilaksanakannya operasi ini adalah untuk mengantisipasi meningkatnya potensi gangguan kamtibmas. Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk keperluan ibadah, sosial, ekonomi, serta berbagai kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan keramaian.

Kondisi tersebut seringkali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindak pidana seperti premanisme, Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), Pencurian Dengan Kekerasan (Curas), hingga Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

Selain itu, potensi kerawanan lain seperti penganiayaan, penyalahgunaan senjata tajam, hingga peredaran minuman keras ilegal juga menjadi perhatian serius, tegas Irjen Pol Adi Deriyan.

Kapolda menekankan bahwa Operasi Sikat Marano 2026 hadir untuk menjalankan peran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Secara khusus, Kapolda menyoroti maraknya kasus pencurian sawit yang sering dilaporkan, khususnya dari wilayah Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

“Kita harus segera merubah strategi penanganan. Jangan pernah ragu dalam melakukan penegakan hukum. Saya perintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan. Tidak ada ruang untuk penyelesaian di luar proses hukum (RJ) dalam kasus-kasus yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kejahatan terjadi karena adanya kesempatan. Oleh karena itu, tugas utama kepolisian adalah meniadakan kesempatan tersebut melalui patroli yang efektif, pemetaan wilayah rawan dan pengawasan yang ketat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan lima penekanan penting kepada seluruh personel yang akan terlibat dalam operasi:

  1. Laksanakan dengan Maksimal: Jalankan operasi ini dengan sungguh-sungguh dan hilangkan kesan rutinitas, sehingga tujuan operasi dapat tercapai secara maksimal.
  2. Pendekatan Humanis: Terus lakukan pendekatan yang humanis kepada seluruh elemen masyarakat guna menjaga hubungan baik.
  3. Tegas dan Terukur: Laksanakan penegakan hukum yang tegas namun tetap profesional dan terukur terhadap para pelaku kejahatan.
  4. Jaga Kepercayaan: Hindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
  5. Keselamatan Utama: Selalu jaga keselamatan dalam pelaksanaan tugas dan tetap berpedoman pada prosedur serta aturan yang berlaku.

Kapolda juga mengingatkan agar personel tidak hanya sekadar melakukan patroli fisik, tetapi juga mampu memahami akar permasalahan sosial di masyarakat, termasuk faktor ekonomi yang sering menjadi latar belakang seseorang melakukan pelanggaran.

“Keamanan tidak akan hadir dengan sendirinya, melainkan harus kita ciptakan melalui kerja nyata. Para Kasat Intel harus mampu membaca situasi wilayah dan menjalin kerja sama dengan stakeholder,” tuturnya.

Menutup arahannya, Irjen Pol Adi Deriyan juga menyampaikan apresiasi dan semangat. “Kita harus bangga sebagai Bhayangkara Negara. Laksanakan tugas dengan ikhlas, karena setiap tetes keringat dan langkah kita bernilai nilai ibadah demi nusa dan bangsa. Setiap pelaksanaan tugas rekan-rekan, adalah tanggung jawab saya sebagai Kapolda, jadi jangan ragu selama dijalan yang benar,” pungkas Kapolda.

Humas Polda Sulbar