Lutra

Hari Ketiga Aksi Demo di Jembatan Baliase, Luwu Utara Lumpuh Total Bertepatan HUT Daerah dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu

110
×

Hari Ketiga Aksi Demo di Jembatan Baliase, Luwu Utara Lumpuh Total Bertepatan HUT Daerah dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu

Sebarkan artikel ini

LUWU UTARA-AMBARNEWS.COM || Aksi demonstrasi yang berlangsung di Jembatan Baliase, Kabupaten Luwu Utara, memasuki hari ketiga pada Jumat, 23 Januari 2025. Penutupan total akses jalan tersebut menyebabkan lumpuhnya arus lalu lintas dari arah Palopo menuju Luwu Timur maupun sebaliknya.

Aksi ini berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Luwu Utara serta Hari Perlawanan Rakyat Luwu, dua momentum bersejarah yang sarat makna perjuangan dan aspirasi masyarakat.

Sejak pagi hari, ratusan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat kembali memadati badan Jembatan Baliase dan menutup total jalur Trans-Sulawesi yang merupakan akses vital penghubung antar kabupaten dan provinsi. Akibatnya, seluruh jenis kendaraan, mulai dari roda dua, roda empat, hingga kendaraan logistik dan angkutan umum, tidak dapat melintas sama sekali.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer di kedua sisi jembatan. Sejumlah sopir terpaksa mematikan mesin kendaraan dan menunggu tanpa kepastian, sementara sebagian lainnya memilih berbalik arah untuk mencari jalur alternatif meski harus menempuh jarak lebih jauh dan waktu yang lebih lama.

Koordinator lapangan aksi menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk perlawanan rakyat Luwu terhadap kebijakan dan kondisi yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat. Momentum Hari Jadi Luwu Utara dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu disebut sengaja dipilih sebagai simbol perjuangan dan penegasan sikap terhadap berbagai ketidakadilan yang dirasakan.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi rakyat Luwu. Kami ingin pemerintah benar-benar mendengar suara rakyat, bukan hanya merayakan seremoni tanpa menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

Dampak penutupan total Jembatan Baliase turut dirasakan pada sektor ekonomi. Aktivitas distribusi bahan pokok, hasil pertanian, serta pengiriman barang mengalami keterlambatan signifikan. Sejumlah pedagang mengaku pendapatan menurun, sementara masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak terpaksa menunda perjalanan.

Sementara itu, aparat kepolisian dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi. Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi masih berlangsung dengan pengamanan ketat dan situasi terpantau kondusif, meski arus lalu lintas sepenuhnya terhenti.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan massa maupun langkah konkret untuk membuka kembali akses Jembatan Baliase. Masyarakat berharap adanya dialog terbuka dan solusi cepat, mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Aksi hari ketiga ini menjadi penegasan bahwa semangat perlawanan rakyat Luwu masih hidup, sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah agar tidak mengabaikan aspirasi masyarakat di tengah peringatan hari-hari bersejarah daerah.

Ysf