Uncategorized

Bentrok Antara Satpam PT BSP Dengan Kelompok Tani HKTI,5 Orang Luka dan 2 Kaca Mobil Pecah

106
×

Bentrok Antara Satpam PT BSP Dengan Kelompok Tani HKTI,5 Orang Luka dan 2 Kaca Mobil Pecah

Sebarkan artikel ini

ASAHAN,Ambarnews.com – Ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Asahan menggeruduk kantor PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedatangan mereka untuk melakukan aksi damai mempertanyakan alasan perusakan posko milik Koptan yang diduga dilakukan pihak perusahaan.

Namun setibanya di lokasi, massa dihadang. Jalan masuk ke kantor kebun diblokade dengan kawat berduri. Puluhan petugas Satpam perusahaan bersiaga dengan pentungan, tameng, dan anjing penjaga.

Melihat blokade tersebut, massa berupaya membuka kawat berduri dengan cara memotongnya agar bisa masuk. Aksi itu memicu ketegangan. Adu mulut dan umpatan tak terhindarkan antara massa dan petugas keamanan.

Situasi memanas. Satpam diduga melakukan tindakan represif dengan memukul warga menggunakan pentungan. Karena kalah jumlah, Satpam kemudian melepaskan anjing untuk menghalau massa.

Bukannya mundur, massa semakin emosi dan menyiram petugas dengan air mineral kemasan cup. Balasan datang, Satpam melempar massa dengan batu.

Akibat lemparan batu tersebut, kaca mobil komando pembawa sound system dan satu mobil pengangkut massa pecah.

Hujan batu antara kedua belah pihak berlangsung sekitar 30 menit. Aksi baru mereda setelah dilerai oleh personel Sat Intelkam Polres Asahan yang berada di lokasi.

Kericuhan belum berhenti. Saat Hendra Syahputra (43), salah seorang warga hendak melerai adu mulut antara rekannya dengan Satpam, ia diduga dikeroyok puluhan Satpam.

Akibat pengeroyokan itu, pelipis mata kanan Hendra pecah, serta kepala dan tangannya luka-luka akibat pukulan pentungan. Korban langsung dilarikan ke RSUD H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran untuk mendapat perawatan dan melakukan visum sebagai bahan laporan ke Polres Asahan.

Total, lima orang warga Koptan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

“Ini perbuatan biadab dan sangat keji. Kami datang aksi damai untuk menanyakan kenapa posko kami dihancurkan. Tapi kami disambut dengan kawat berduri, anjing, dan puluhan satpam bawa pentungan. Perusahaan yang sudah habis HGU-nya ini sangat otoriter. Sudah layak pemerintah tidak memperpanjang HGU-nya,” ujar Syafruddin Harahap, koordinator aksi.

“Dari kericuhan ini, lima anggota kami luka-luka dan dua kaca mobil pecah karena dilempar Satpam BSP. Kami akan melaporkan peristiwa ini ke Polres Asahan,” tegasnya. (AH)