MAKASSAR—AMBARNEWS.COM || Teka-teki absennya Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, dalam kegiatan konsolidasi Dapil Sulsel II Partai Golkar di Gedung La Patau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (16/5/2026), akhirnya terjawab.
Di waktu yang sama, Suwardi Haseng diketahui berada di Makassar dan melakukan pertemuan dengan Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin Moh Said, pada malam harinya.
Pertemuan tersebut berlangsung di Apartemen 31, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Diketahui, Suwardi Haseng memang memiliki salah satu unit apartemen di lokasi tersebut sejak beberapa tahun terakhir.
Saat dikonfirmasi, Suwardi menjelaskan bahwa pertemuan itu terjadi secara tidak direncanakan. Usai menjalani kunjungan kerja di Jakarta, ia langsung menuju apartemennya untuk beristirahat sebelum akhirnya bertemu dengan Muhiddin.
“Baru tiba dari Jakarta, saya langsung ke apartemen. Kebetulan bertemu beliau di sana,” ujar Suwardi.
Muhiddin yang baru saja menghadiri kegiatan konsolidasi Golkar di Soppeng disebut masih mengenakan atribut khas Partai Golkar saat pertemuan berlangsung. Keduanya kemudian berbincang santai di area lounge apartemen.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal dibahas, termasuk perkembangan Partai Golkar di Kabupaten Soppeng serta persiapan menghadapi Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
“Alhamdulillah, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di Soppeng,” kata Suwardi.
Meski demikian, Suwardi enggan membeberkan lebih jauh isi pembicaraan politik yang berlangsung dalam pertemuan tersebut.
“Sebagai kader Golkar Sulsel, tentu saya banyak menerima arahan dari beliau,” tambahnya.
Di sisi lain, Suwardi juga menegaskan bahwa ketidakhadirannya dalam agenda konsolidasi partai pada siang hari bukan tanpa alasan. Ia tengah menjalankan agenda kedinasan bersama sejumlah kepala daerah lain untuk meninjau sistem pengolahan sampah TPS3R milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan Bantar Gebang.
Menurutnya, kunjungan tersebut penting sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan sistem pengelolaan sampah modern di Kabupaten Soppeng.
“Ini cukup mendesak karena Soppeng perlu segera membangun sistem pengolahan sampah dari pusat. Targetnya paling lambat akhir tahun ini sudah mulai berjalan,” tutup Suwardi Haseng.



