Nias Utara

Abaikan Juknis BGN, SPPG Pasar Lahewa di Nias Utara Ditutup Sementara

331
×

Abaikan Juknis BGN, SPPG Pasar Lahewa di Nias Utara Ditutup Sementara

Sebarkan artikel ini

NIAS UTARA-AMBARNEWS.COM || Sebanyak 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah regional Provinsi Sumatera Utara ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mulai 9 Maret 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran BGN Nomor: 769/D.TWS/03/2026 yang diterbitkan pada 8 Maret 2026. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa salah satu SPPG yang ikut ditutup sementara berada di wilayah Kabupaten Nias Utara, yakni SPPG Pasar Lahewa yang beralamat di Jalan M. Hatta No.10, Pasar Lahewa, Kecamatan Lahewa.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala SPPG Pasar Lahewa, Frengky Tornado Telaumbanua, tidak memberikan penjelasan secara terbuka terkait alasan penutupan tersebut. Ia justru meminta agar konfirmasi disampaikan secara tertulis.

“Tidak bisa kami diwawancarai melalui telepon. Surati saja saya, bang. Jika ingin bertemu, ada satpam saya di sini,” ujarnya kepada awak media, Senin (9/3/2026).

Diketahui, penutupan sementara oleh BGN dilakukan karena pihak SPPG diduga mengabaikan petunjuk teknis terkait pendaftaran SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) serta IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), yang seharusnya dipenuhi paling lambat 30 hari sejak dapur SPPG mulai beroperasi.

Menanggapi hal tersebut, Alvyman Hulu, S.Pd, yang selama ini aktif menyoroti pelaksanaan program BGN di wilayah Nias Utara, mengapresiasi langkah BGN dalam menertibkan operasional SPPG yang dinilai tidak mematuhi aturan.

“Keputusan BGN ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen dalam menegakkan aturan yang telah ditetapkan. Ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi SPPG yang terkesan mengabaikan SOP dan petunjuk teknis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan SLHS dan IPAL merupakan syarat penting yang tidak boleh diabaikan dalam operasional dapur program MBG (Makanan Bergizi).

“Ini bukan hal sepele. SLHS dan IPAL menyangkut kelayakan operasional sekaligus mutu dan kualitas dapur MBG itu sendiri,” tambahnya.

(Darmawan Zalukhu)