Tak Berkategori

DKPPKB Sulbar: 83,06 Persen Remaja Putri Telah Jalani Skrining Anemia

×

DKPPKB Sulbar: 83,06 Persen Remaja Putri Telah Jalani Skrining Anemia

Sebarkan artikel ini

MAMUJU ambarnews.com – Upaya meningkatkan kesehatan remaja putri di Provinsi Sulawesi Barat terus diperkuat. Berdasarkan data yang ditampilkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, sebanyak 20.556 dari 24.748 remaja putri sasaran telah mendapatkan skrining anemia, atau mencapai 83,06 persen.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi gambaran pelaksanaan skrining anemia pada remaja putri di enam kabupaten di Sulawesi Barat.

“Pemeriksaan ini penting untuk mengenali kondisi kesehatan sejak dini sekaligus membantu menentukan tindak lanjut yang diperlukan,” kata dr. Nursyamsi, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan data per kabupaten, Polewali Mandar mencatat realisasi skrining tertinggi secara jumlah, yakni 6.646 remaja putri dari sasaran 8.523 orang. Disusul Mamuju dengan 4.005 dari 5.019 sasaran, Majene 3.075 dari 3.424 sasaran, Pasangkayu 2.963 dari 3.590 sasaran, Mamasa 1.989 dari 2.230 sasaran, serta Mamuju Tengah 1.878 dari 1.962 sasaran.

Selain skrining, upaya pencegahan anemia juga dilakukan melalui konsumsi tablet tambah darah (TTD). Data menunjukkan, realisasi konsumsi TTD sesuai sasaran yang tercantum mencapai 51.725 dari 65.330 sasaran, atau 79,17 persen.

Secara kabupaten, Pasangkayu telah mencapai realisasi konsumsi TTD sebanyak 7.496 dari sasaran 7.496. Sementara itu, Majene mencatat 6.959 dari 9.760 sasaran, Polewali Mandar 15.930 dari 22.867 sasaran, Mamasa 6.155 dari 6.941 sasaran, Mamuju 10.486 dari 12.856 sasaran, dan Mamuju Tengah 4.699 dari 5.410 sasaran.

Skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan remaja putri. Melalui skrining, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga tindak lanjut dapat ditentukan secara tepat. Sementara itu, konsumsi TTD sesuai anjuran menjadi salah satu langkah pencegahan anemia yang perlu terus didorong.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kesehatan remaja, meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, serta mendorong kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan remaja semakin optimal.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan produktif sejak usia remaja.adv/andibunga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *