Tak Berkategori

Di Tengah Naiknya Harga Pakan, Pemprov Sulbar Fasilitasi Peternak untuk Akses SPHP Jagung

×

Di Tengah Naiknya Harga Pakan, Pemprov Sulbar Fasilitasi Peternak untuk Akses SPHP Jagung

Sebarkan artikel ini

MAMUJU ambarnews.com– Di tengah kenaikan harga pakan ternak yang menjadi tantangan bagi pelaku usaha peternakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus berupaya membantu peternak memperoleh akses terhadap jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, terus mendorong upaya perlindungan dan penguatan sektor peternakan. Sebanyak 90 peternak telah terfasilitasi akses SPHP jagung dengan realisasi mencapai 438.717 kilogram atau sekitar 438,7 ton. Jagung tersebut dialokasikan dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp5.500 per kilogram dan mampu mencakup kebutuhan pakan bagi populasi 243.732 ekor ayam. Fasilitasi ini diharapkan dapat membantu peternak memenuhi kebutuhan bahan baku pakan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di tengah kenaikan harga pakan.

Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan dukungan bagi peternak, baik melalui fasilitasi akses bahan baku pakan maupun penyaluran bantuan ternak.

“Fasilitasi akses SPHP jagung merupakan salah satu upaya untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban biaya produksi dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan di Sulbar,” kata Hamdani, Selasa (20/10/2026).

Selain memfasilitasi akses jagung, pada tahun 2026 Pemprov Sulbar melalui Dinas TPHP juga menyalurkan bantuan 10.000 ekor ayam ras petelur, disertai pakan komplit sebanyak 30.000 kilogram, serta bantuan vitamin dan desinfektan.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha peternakan ayam petelur, meningkatkan produktivitas ternak, serta membantu kelompok penerima dalam memenuhi kebutuhan pemeliharaan ayam.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menjelaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan usaha peternakan tidak hanya dilakukan melalui bantuan, tetapi juga dengan memantau kondisi pasokan dan harga komoditas peternakan.

Terkait kondisi perunggasan, Nur Kadar menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Ciomas Adisatwa mengenai perkembangan harga dan pasokan ayam broiler. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, kondisi harga dan pasokan ayam broiler di wilayah Sulbar dinyatakan masih stabil.

“Koordinasi dengan pelaku usaha terus dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi harga dan pasokan di lapangan. Berdasarkan koordinasi dengan PT Ciomas Adisatwa, kondisi harga dan pasokan ayam broiler di Sulbar saat ini masih stabil,” ungkap Nur Kadar.

Dukungan pemerintah tersebut turut dirasakan oleh kelompok penerima bantuan. Ramlah, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) yang beralamat di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, menyampaikan apresiasinya atas bantuan ayam petelur beserta pakan dan vitamin yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulbar atas bantuan ayam beserta pakan dan vitamin ini. Bantuan tersebut sangat membantu kami, terutama dalam kondisi seperti sekarang, ketika biaya kebutuhan peternakan menjadi tantangan bagi peternak,” ujar Ramlah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan usaha kelompok, meningkatkan produktivitas, dan memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.

Melalui fasilitasi SPHP jagung, penyaluran bantuan ayam ras petelur, serta koordinasi dengan pelaku usaha perunggasan, Pemprov Sulbar terus mendorong penguatan sektor peternakan agar peternak memiliki akses terhadap kebutuhan produksi dan mampu menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamika harga pakan dan pasar.adv/andibunga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *