Mamuju ambarnews.com— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) kembali menerima karya cetak dari penulis lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian dan pengembangan literasi serta karya intelektual masyarakat Sulawesi Barat.
Penyerahan karya cetak tersebut dilakukan langsung oleh Hasanuddin kepada Perpusip Sulbar pada Senin, 28 September 2026. Dua karya yang diserahkan masing-masing berjudul Senja di Palipis dan Zakat Era Society 5.0.
Kedua karya tersebut menjadi bagian dari kontribusi penulis lokal dalam memperkaya koleksi bahan pustaka Perpusip Sulbar. Kehadiran karya-karya lokal di perpustakaan diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan referensi bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan gagasan, kreativitas, serta kekayaan intelektual yang lahir dari daerah.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula menyampaikan apresiasi atas penyerahan karya tersebut. Menurutnya, karya tulis masyarakat Sulbar memiliki nilai penting untuk didokumentasikan dan dilestarikan melalui perpustakaan agar dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
“Setiap karya yang lahir dari masyarakat Sulbar merupakan bagian dari kekayaan intelektual daerah. Kami mengapresiasi para penulis yang turut memperkaya koleksi perpustakaan melalui karya-karyanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perpusip Sulbar terus membuka ruang bagi para penulis lokal untuk berkontribusi dalam pengembangan koleksi daerah. Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi dokumentasi perkembangan pemikiran dan kreativitas masyarakat Sulbar.
Penyerahan buku ini juga sejalan dengan upaya Perpusip Sulbar dalam mendorong Gerakan Sulbar Mandarras yang digagas oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya dalam membangun budaya membaca, menulis, dan mengapresiasi karya literasi lokal.
Dengan diterimanya Senja di Palipis dan Zakat Era Society 5.0, Perpusip Sulbar kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang yang mendukung karya penulis daerah serta memastikan karya intelektual lokal dapat tersimpan, terdata, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.adv/andibunga



