Tak Berkategori

Pemprov Sulbar Apresiasi Euforia Sandeq Silumba 2026: Perayaan Kemenangan Kebudayaan Sandeq

×

Pemprov Sulbar Apresiasi Euforia Sandeq Silumba 2026: Perayaan Kemenangan Kebudayaan Sandeq

Sebarkan artikel ini

MAMUJU ambarnews.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan euforia masyarakat serta para pemenang dalam menyambut gelaran Sandeq Silumba 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat, Abdi Yansya Hijrah.

Abdi Yansya menegaskan kemeriahan serta sambutan hangat masyarakat terhadap para passandeq bukan sekadar perayaan atas kemenangan kompetisi semata, melainkan wujud nyata dari kebanggaan kebudayaan lokal.

“Saya mengapresiasi euforia para pemenang di event Sandeq Silumba tahun ini. Hal ini sebagai bentuk perayaan kemenangan kebudayaan Sandeq itu sendiri,” ujar Abdi Yansya, Senin (28/9/2026).

Menurut Abdi Yansya, perahu sandeq merupakan warisan leluhur (heritage) maritim suku Mandar yang sarat akan nilai sejarah, ketangguhan, dan kearifan lokal.

Oleh karena itu, pelestariannya secara berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menilai, semangat yang ditunjukkan oleh para pelaut dan warga sepanjang gelaran ajang ini menjadi bukti bahwa identitas kebudayaan tersebut masih terpatri kuat.

“Sandeq sebagai heritage yang harus tetap dijaga dan dilestarikan ke generasi berikutnya,” kata Abdi.

Lebih lanjut, Abdi Yansya mengungkapkan rasa bangganya terhadap animo para peserta yang terlibat pada ajang kejuaraan tahun ini.

Meskipun pelaksanaan kegiatan dihadapkan pada berbagai tantangan penyesuaian anggaran, partisipasi para passandeq justru melampaui perkiraan.

Tercatat sebanyak 80 perahu sandeq ambil bagian dan membentangkan layar menyusuri perairan Selat Makassar dalam perhelatan Sandeq Silumba 2026.

“Tahun ini animo peserta cukup besar hingga tercatat 80 sandeq, meskipun di tengah tantangan keterbatasan fiskal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tingginya angka partisipasi tersebut mencerminkan komitmen para nelayan dan masyarakat bahari dalam menjaga tradisi, tanpa semata-mata bergantung pada kondisi kemegahan acara.

Meskipun skala kemeriahan perhelatan mungkin tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, api semangat pelestarian warisan leluhur terbukti tidak padam.

“Ini menandakan bahwa semangat ini tetap terjaga meskipun tak semeriah tahun sebelumnya,” ujar Abdi Yansya.

Pemprov Sulbar berharap, melalui Dispoparekraf, sinergi antara pemerintah daerah, komunitas passandeq, serta masyarakat luas dapat terus dibina.

Dengan demikian, festival Sandeq Silumba di masa mendatang tidak hanya menjadi ruang kompetisi pelayaran tradisional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan daya tarik wisata budaya unggulan Sulawesi Barat.adv/andibunga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *