Mamuju, ambarnews.com–KPwBIProv. Sulbar bersama Pemerintah ProvinsiSulawesiBarat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, serta mitra kerja strategis lainnya menyelenggarakan Karya Kreatif Ekonomi Sulawesi Barat:
Mandarpreneur Fair 2026 pada 24-26 September 2026 di Atrium Mall Maleo Town Square (Matos), Kabupaten Mamuju.
Kegiatan tersebut turut serta dalam memeriahkan Hari Ulang
Tahun ke-22 Provinsi Sulawesi
Barat dengan semangat Panca
Daya menuju Sulbar Maju dan
Sejahtera. Mengusung tema “Malaqbi
Berkarya: Tumbuh, Terhubung, dan Berdaya”, kegiatan ini menghubungkan hasil pembinaan UMKM dengan pasar sehingga dapat meningkatkan peluang penjualan, perluasan pembiayaan produktif, dan kemitraan usaha untuk mendorong UMKM Sulawesi Barat naik kelas.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam opening remarks yang dilakukan
secara live tapping menekankan bahwa pengembangan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran memegang peranan penting dalam pembangunan Ekonomi Kerakyatan di Indonesia.
Penguatan kapasitas usaha perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan
pembayaran digital untuk mendukung transaksi yang lebih mudah, aman, dan efisien, serta meningkatkan daya saing UMKM. Sejalan dengan pesan tersebut, Mandarpreneur Fair 2026
menghubungkan penguatan kapasitas dan digitalisasi dengan perluasan akses pasar serta pembiayaan agar UMKM Sulawesi Barat semakin produktif dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Mandarpreneur Fair 2026 merupakan implementasi semangat Karya Kreatif Indonesia (KKI) di
daerah sekaligus bagian dari pengembangan UMKM melalui kerangka Mandarpreneur
Ecosystem. Pengembangan tersebut dilakukan secara berkesinambungan, sejalan dengan
semangat “Tumbuh, Terhubung, dan Berdaya” yang menggambarkan landasan Pengembangan
UMKM di Prov. Sulawesi Barat. Semangat “Tumbuh” diwujudkan melalui Mandarpreneur
Tangguh untuk memperkuat legalitas, kelembagaan, dan kesiapan dasar usaha, serta.
Mandarpreneur Digdaya untuk meningkatkan produktivitas melalui pelatihan dan
pendampingan. Lebih lanjut, semangat “Terhubung” diperkuat melalui digitalisasi dalam
Mandarpreneur Digdaya serta perluasan akses pasar, pembiayaan, dan kemitraan melalui
Mandarpreneur BerAKSI. Integrasi tersebut diarahkan agar UMKM semakin “Berdaya”, yakni
mampu mengoptimalkan kapasitas dan peluang usaha untuk meningkatkan penjualan,
memperkuat kemandirian, serta mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Perluasan akses pasar difasilitasi melalui pameran 25 UMKM terkurasi dengan produk unggulan
wastra, fesyen, kopi, kriya, dan olahan pangan. Pada pameran ini juga terdapat penjualan
langsung secara daring (live selling), pendampingan onboarding pada lokapasar dan kanal
pemasaran digital, serta business matching pemasaran. Melalui pertemuan dengan calon
pembeli, agregator, offtaker, dan mitra usaha, UMKM didorong untuk terus memperluas
jangkauan pemasaran, membangun kemitraan, serta menjajaki kerja sama perdagangan antar
daerah. Selain itu, dukungan terhadap perluasan pasar diperkuat dengan fasilitasi pembiayaan
produktif melalui konsultasi usaha dan business matching bersama perbankan. Pelaku UMKM
memperoleh ruang untuk menjajaki sumber permodalan yang sesuai dengan kebutuhan
pengembangan usahanya. Partisipasi perbankan juga didorong melalui Championship AKSI
(Akselerasi Kredit Sektor Inklusif) untuk mendukung realisasi pembiayaan produktif kepada UMKM.
mendorong inovasi produk berbasis identitas budaya. Untuk mempromosikan komoditas kopi,
talkshow industri kopi dan Sulbar Coffee Showcase menghadirkan ruang serta penguatan
wawasan usaha mengenai inovasi produk dan pengalaman konsumen untuk meningkatkan daya saing kopi daerah.
Mandarpreneur Fair 2026 juga turut mengintegrasikan pengembangan UMKM dengan penguatan literasi ekonomi dan keuangan masyarakat. Rangkaian kegiatan mencakup edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pelindungan konsumen sistem pembayaran, serta ekonomi dan
keuangan syariah.
Pengembangan keuangan sosial syariah juga didorong melalui penghimpunan
dana pada kanal digital dan Wakaf Produktif melalui Program Tebus Murah, sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat.
Mandarpreuneur Fair 2026 ini telah memberikan dampak yang dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, penjualan dan perluasan akses pasar tercatat sebesar Rp4.038.976.000,- (empat miliar
tiga puluh delapan juta sembilan ratus tujuh puluh enam ribu Rupiah), didukung dengan transaksi penjualan UMKM selama Mandarpreneur Fair 2026 sebesar Rp188.976.000,- (seratus delapan
puluh delapan juta sembilan ratus tujuh puluh enam ribu Rupiah) serta Kerja Sama antar daerah (KAD) komoditas bawang merah dari Sulawesi Barat ke Kalimantan Utara dan Sulawesi Selatan, serta dari Kabupaten Majene ke Kabupaten Mamuju, dengan total nilai sebesar Rp3.850.000.000,- (tiga miliar delapan ratus lima puluh juta Rupiah). Fasilitasi pembiayaan juga
menghasilkan komitmen sebesar Rp1.100.000.000,- (satu miliar seratus juta Rupiah) untuk mendukung pengembangan usaha UMKM.
Sementara itu, pembinaan melalui rangkaian keseluruhan Mandarpreneur Ecosystem telah menghasilkan 14 UMKM go digital dan 1 UMKM go export, yang memperkuat pemanfaatan teknologi serta perluasan pasar produk unggulan daerah.
Terkait dengan keuangan sosial syariah, pada Mandarpreneur Fair 2026 ini juga berhasil menghimpun dana sebesar Rp39.764.369 (tiga puluh sembilan juta tujuh ratus enam puluh empat ribu tiga ratus enam puluh sembilan Rupiah) yang dilakukan pada kanal digital melalui
Program Wakaf Produktif-Tebus Murah Sembako. Selain itu, hasil pengukuran aspek pemahaman.
Peserta pada Training of Trainers(ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah mencapai 5,41 dari skala 6. Rangkaian capaian tersebut memperkuat pengembangan UMKM sekaligus memperluas
manfaat kegiatan melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan, guna mendukung kemandirian usaha serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seluruh kontribusi tersebut sejatinya sejalan dengan salah satu misi Panca Daya Sulawesi Barat,yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan untuk menciptakan
keseimbangan pertumbuhan di berbagai sektor sehingga dapat menuju Sulbar Maju dan Sejahtera.
Sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, KDEKS, Dekranasda, pelaku
industri kreatif, komunitas, dan mitra usaha menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan capaian serta memperluas manfaatnya bagi perekonomian daerah.
Ke depan, KPwBI Prov. Sulbar akan terus memperkuat pendampingan dan kolaborasi melalui Mandarpreuneur Ecosystem agar UMKM Sulawesi Baratsemakin mandiri dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perekonomian daerah.red/abw



