Berita

Gerakan Pencegahan OPT di Tommo, Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Tanaman Padi

25
×

Gerakan Pencegahan OPT di Tommo, Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Tanaman Padi

Sebarkan artikel ini

MAMUJU ambarnews.com— UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Gerakan Pencegahan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) penyakit blas, kresek, dan bercak daun coklat di Desa Tamemongga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan dilaksanakan pada pertanaman padi varietas Inpari 337 umur 32 Hari Setelah Tanam (HST) yang dikelola Kelompok Tani Sipatuju I dan Sipatuju II. Gerakan pencegahan ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi hamparan pertanaman padi seluas 80 hektare dari potensi serangan OPT yang dapat menurunkan produktivitas tanaman.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kepala LPHP Wilayah I Salugatta bersama staf, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan petani setempat. Pada tahap awal, pengendalian dilakukan pada areal seluas 10 hektare menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) Paenibacillus polymyxa yang diproduksi LPHP Wilayah I Salugatta.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, hingga saat ini belum ditemukan gejala serangan penyakit blas, kresek maupun bercak daun coklat, sehingga luas serangan tercatat nihil.

Kepala LPHP Wilayah I Salugatta, Sukri, mengatakan bahwa upaya pencegahan sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman pada fase pertumbuhan awal. Menurutnya, penggunaan APH Paenibacillus polymyxa diharapkan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit sehingga produksi padi dapat tetap optimal.

Sementara itu, Kepala UPTD BPTPH Sulbar, Ritje Rombe K, menegaskan pentingnya sinergi antara petugas lapangan, penyuluh, dan petani dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam perlindungan tanaman dan peningkatan produksi pangan di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui sistem budidaya yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Menurutnya, perlindungan tanaman sejak dini merupakan langkah strategis untuk menjaga produktivitas padi serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Upaya pencegahan OPT harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Dengan tanaman yang sehat dan produktif, kita dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat,” kata Hamdani.

Kegiatan ini juga mendukung misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang berbasis potensi daerah untuk mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Sebagai tindak lanjut, gerakan pencegahan susulan dijadwalkan kembali dilaksanakan 14 hari mendatang dengan penggunaan APH Paenibacillus polymyxa guna meningkatkan efektivitas perlindungan tanaman dari potensi serangan OPT.adv/andibunga