Berita

Tegur Siswa Merokok dan Panjat Pagar, Dua Satpam SMK 1 Polewali Dikeroyok hingga Video Viral

68
×

Tegur Siswa Merokok dan Panjat Pagar, Dua Satpam SMK 1 Polewali Dikeroyok hingga Video Viral

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

POLEWALI MANDAR ambarnews .com— Dua petugas keamanan (satpam) di SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa. Insiden tersebut diduga dipicu karena para siswa tidak terima saat ditegur ketika kedapatan merokok dan memanjat pagar sekolah. Peristiwa itu pun terekam kamera dan videonya kini viral di media sosial.
Kedua korban diketahui berinisial MR (24) dan MS (28). Keduanya mengalami penganiayaan secara bersama-sama oleh beberapa siswa di lingkungan sekolah.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Reserse Kriminal Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat salah satu satpam menegur sekelompok siswa yang kedapatan merokok dan memanjat pagar sekolah.
“Telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” ujar Iwan Rusmana kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, teguran tersebut justru memicu emosi para siswa hingga terjadi aksi pengeroyokan terhadap kedua satpam tersebut. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa siswa mendatangi dan menyerang satpam hingga menimbulkan keributan di area sekolah.
Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka-luka dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Polres Polewali Mandar kini telah menangani kasus tersebut dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa sejumlah saksi serta mengidentifikasi para siswa yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Iptu Iwan Rusmana menegaskan bahwa polisi akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku, meskipun para pelaku masih berstatus pelajar.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait kejadian ini,” jelasnya.
Peristiwa ini memicu perhatian publik setelah rekaman video pengeroyokan itu beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyayangkan aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, terlebih terhadap petugas keamanan yang menjalankan tugas menjaga ketertiban.
Pihak sekolah sendiri dikabarkan akan mengambil langkah pembinaan dan penanganan terhadap para siswa yang terlibat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pendidikan.red