Soppeng

Turun Langsung Cari Sumber Air, Suwardi Haseng Percepat Program Listrik Masuk Sawah

108
×

Turun Langsung Cari Sumber Air, Suwardi Haseng Percepat Program Listrik Masuk Sawah

Sebarkan artikel ini

SOPPENG–AMBARNEWS.COM || Komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat sektor pertanian terus diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turun langsung bersama tim survei untuk mengidentifikasi titik sumber air yang akan dijadikan lokasi pengeboran sumur dalam.

Kegiatan ini menyasar tiga kecamatan, yakni Ganra, Lilirilau, dan Liliriaja. Dalam sehari, tim mendatangi sedikitnya 10 titik lokasi guna melakukan pengecekan awal, meliputi kondisi lahan serta potensi ketersediaan air tanah.

Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan program listrik masuk sawah, yang dirancang sebagai solusi atas persoalan klasik pertanian di wilayah tadah hujan.

“Program ini untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah tadah hujan. Satu titik sumur bor dalam dapat mengairi sekitar 50 hektare lahan, dengan kedalaman mencapai 200 meter. Sebelum pengeboran, dilakukan survei menggunakan metode geolistrik untuk memastikan titik yang dipilih memiliki potensi air yang memadai,” ujar Suwardi Haseng.

Ia menegaskan, titik yang memenuhi standar debit air akan ditetapkan sebagai lokasi sumur bor. Air dari sumur tersebut nantinya dipompa menggunakan energi listrik guna mendukung sistem irigasi pertanian.

Selama ini, sebagian lahan pertanian di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada curah hujan, sehingga pola tanam kerap tidak menentu, terutama saat musim kemarau atau ketika distribusi hujan tidak merata.

Karena itu, penyediaan sumber air alternatif melalui sumur bor dalam dinilai sebagai solusi yang lebih terukur. Selain menjaga ketersediaan air, sistem ini juga membuka peluang peningkatan intensitas tanam.

Dari sisi teknis, pengeboran hingga kedalaman ratusan meter dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tanah dengan debit stabil. Sementara itu, pemanfaatan energi listrik—termasuk potensi energi surya sebagai sumber tenaga pompa—diharapkan mampu menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan bahan bakar.

Keterlibatan langsung bupati dalam kegiatan survei ini menunjukkan bahwa program tersebut menjadi prioritas pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian. Selain memastikan kesiapan teknis di lapangan, langkah ini juga mempercepat penentuan lokasi yang benar-benar layak sebelum memasuki tahap pengerjaan.

Program listrik masuk sawah sendiri merupakan bagian dari transformasi pertanian di Kabupaten Soppeng, dengan mengintegrasikan infrastruktur energi dan pengairan. Melalui skema ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi, stabilitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim, serta penguatan kesejahteraan petani.