Nias Utara

Dana BOS SD Negeri 071166 Ononamolo Alasa Dipertanyakan, Kondisi Sekolah Memprihatinkan

68
×

Dana BOS SD Negeri 071166 Ononamolo Alasa Dipertanyakan, Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

NIAS UTARA—AMBARNEWS.COM || Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 071166 Ononamolo Alasa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, menuai sorotan dari masyarakat setempat.

Warga Desa Ononamolo Alasa mempertanyakan transparansi dan efektivitas pengelolaan dana tersebut, menyusul kondisi fisik sekolah yang dinilai memprihatinkan. Sejumlah fasilitas seperti plafon ruang kelas dilaporkan rusak dan nyaris ambruk, sementara fasilitas toilet tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kondisi ini memicu tanda tanya besar terkait pemanfaatan Dana BOS yang seharusnya dialokasikan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan sekolah. (Jumat, 10 April 2026)

Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Nias Utara melalui Darmawan Zalukhu mendesak Inspektorat Kabupaten Nias Utara untuk segera melakukan audit terhadap penggunaan Dana BOS di sekolah tersebut. Menurutnya, dalam struktur penggunaan Dana BOS terdapat komponen pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Foto : Toilet sekolah

“Kerusakan plafon dan fasilitas toilet ini sudah berlangsung selama beberapa tahun. Karena itu, kami meminta Inspektorat turun tangan untuk memastikan penggunaan Dana BOS sesuai dengan peruntukannya,” ujar Darmawan.

Ia menegaskan, apabila dalam proses audit ditemukan indikasi penyimpangan atau dugaan tindak pidana korupsi, pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 071166 Ononamolo Alasa, Tuyuzaro Halawa, hingga berita ini diterbitkan belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi.

Di sisi lain, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa kerusakan fasilitas sekolah telah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama tanpa adanya perbaikan yang berarti.

Masyarakat pun mendesak adanya transparansi serta langkah konkret dari pihak terkait agar kondisi sekolah segera diperbaiki demi menunjang proses belajar mengajar yang layak bagi para siswa.