Soppeng

Rembuk Pendidikan, Bupati Soppeng Tekankan Pemerataan Guru dan Penguatan Komunikasi

18
×

Rembuk Pendidikan, Bupati Soppeng Tekankan Pemerataan Guru dan Penguatan Komunikasi

Sebarkan artikel ini

SOPPENG—AMBARNEWS.COM || Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menghadiri kegiatan Rembuk Pendidikan Kabupaten Soppeng yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng tersebut diikuti para kepala sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Soppeng, serta kepala sekolah dasar dari Kecamatan Liliriaja, Donri-Donri, Citta, dan Lalabata.

Dalam pemaparannya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, mengungkapkan bahwa tantangan utama sektor pendidikan saat ini terletak pada belum meratanya distribusi guru serta efektivitas pemanfaatannya di setiap satuan pendidikan.

Ia menambahkan, seluruh hasil rembuk pendidikan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng untuk disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pengambilan kebijakan pendidikan ke depan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, menyebutkan bahwa Kabupaten Soppeng saat ini mengalami kelebihan sekitar 130 guru. Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah wilayah yang kekurangan tenaga pengajar.

“Kondisi ini tentu berdampak pada belum optimalnya layanan pendidikan di beberapa wilayah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng menegaskan bahwa ketimpangan distribusi guru harus segera ditangani melalui langkah strategis dan berkelanjutan.

“Penumpukan guru di satu sekolah, sementara sekolah lain kekurangan, tidak boleh terus terjadi. Ini harus dibenahi melalui pemetaan yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kelebihan guru di satuan pendidikan tertentu berpotensi menyebabkan tidak terpenuhinya jam mengajar, yang berdampak pada sertifikasi serta kesejahteraan guru.

Lebih lanjut, Bupati menilai rembuk pendidikan merupakan forum strategis dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik.

“Forum ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkecil kesenjangan informasi antara pemerintah daerah dan guru di lapangan,” pungkasnya.