Berita

RSUD Sulbar Berikan Edukasi Fungsi dan Layanan IGD melalui PKRS Bersama dr. Satrianti

93
×

RSUD Sulbar Berikan Edukasi Fungsi dan Layanan IGD melalui PKRS Bersama dr. Satrianti

Sebarkan artikel ini

Mamuju ambarnews .com– RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan kepada pengunjung pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang tunggu rekam medik dan disampaikan oleh dr. Satrianti bersama tim PKRS.

Edukasi ini juga sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui peningkatan literasi dan kesadaran kesehatan masyarakat.

Dalam edukasi tersebut, dr. Satrianti menjelaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang menangani kondisi gawat darurat dan beroperasi selama 24 jam.

“IGD berfungsi memberikan penanganan cepat pada kondisi yang mengancam nyawa, menyelamatkan nyawa pasien, mencegah kecacatan, serta menstabilkan kondisi pasien sebelum mendapatkan penanganan lanjutan,” terangnya.

Selain itu juga memberikan pemahaman mengenai kondisi yang tergolong gawat darurat, seperti nyeri dada hebat, sesak napas berat, kecelakaan lalu lintas, tidak sadar, kejang, dan perdarahan hebat. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan penanganan segera di IGD.

Sebaliknya, masyarakat juga diedukasi terkait kondisi yang tidak termasuk gawat darurat, seperti batuk pilek biasa, demam ringan, sakit kepala ringan, kontrol penyakit kronis, serta keluhan ringan lainnya. Untuk kondisi tersebut, masyarakat disarankan memanfaatkan layanan kesehatan lain seperti puskesmas atau poliklinik.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan mengenai sistem triase di IGD, yaitu pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya. Kategori Merah merupakan kondisi yang mengancam nyawa dan harus segera ditangani, kategori Kuning adalah kondisi serius namun masih dapat menunggu, sedangkan kategori Hijau adalah kondisi ringan yang tidak memerlukan penanganan darurat segera.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa penggunaan layanan IGD yang tidak tepat dapat menyebabkan kondisi overcrowded atau IGD menjadi penuh. Hal ini berpotensi mengakibatkan penanganan pasien kritis menjadi lebih lambat, meningkatkan risiko keselamatan pasien, serta menambah beban kerja tenaga kesehatan.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Musadri Amir Abdullah , dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

“Kami berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan kesehatan, khususnya IGD, sehingga pelayanan kepada pasien yang benar-benar dalam kondisi darurat dapat lebih optimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan kesehatan secara tepat, yaitu datang ke IGD hanya pada kondisi gawat darurat, sementara untuk keluhan ringan dapat memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD Provinsi Sulawesi Barat berharap masyarakat semakin memahami fungsi dan layanan IGD sehingga dapat berperan aktif dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal dan tepat sasaran. adv/red