MAMUJU ambarnews.com– Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyusun program strategis ketenagalistrikan untuk tahun 2027. Usai mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) sektor ESDM tingkat nasional yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri, Dinas ESDM Sulbar langsung menindaklanjuti dengan menyiapkan usulan program prioritas, meliputi bantuan listrik gratis dan pembangunan jaringan listrik bagi desa-desa yang belum berlistrik.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026), menjelaskan bahwa pada Jumat (27/2/2026) lalu, pihaknya telah mengikuti Rakortek yang digelar secara nasional. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta PT PLN (Persero).
“Rakortek ini sangat komprehensif dan strategis. Fokus utamanya adalah merumuskan kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas pasokan, tetapi juga memperkuat hilirisasi, tata kelola, dan ketahanan energi nasional,” ujar Qamaruddin.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, yang turut mengikuti kegiatan pembukaan secara virtual, menjelaskan bahwa Rakortek ini memiliki peran penting dalam menyelaraskan program pemerintah pusat dengan perencanaan pembangunan di daerah, guna mendukung pencapaian visi-misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga, yang tertuang dalam program unggulan Panca Daya.
“Rakortek ini menjadi forum strategis untuk menyinkronkan kebijakan pusat dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kita. Dengan begitu, program-program di sektor ESDM, khususnya sektor energi dan ketenagalistrikan, dapat berjalan selaras dan tepat sasaran,” jelas Bujaeramy.
Sebagai tindak lanjut dari Rakortek tersebut, Kabid Ketenagalistrikan memastikan bahwa Dinas ESDM Sulbar telah menyiapkan sejumlah usulan program untuk tahun anggaran 2027. Program unggulan yang diusulkan adalah program listrik gratis Kementerian ESDM, yakni Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang bersumber dari Kementerian ESDM.
“Untuk tahun 2027, kami mengusulkan bantuan listrik gratis bagi 18.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui skema BPBL Kementerian ESDM. Usulan ini berasal dari pemerintah desa dan kelurahan yang telah dikirimkan ke Dinas ESDM Sulbar, dan kami teruskan ke Kementerian ESDM. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu agar dapat menikmati akses listrik yang layak dan terjangkau,” ungkap Qamaruddin.
Selain itu, Dinas ESDM Sulbar juga mengusulkan pembangunan jaringan listrik desa yang menyasar wilayah-wilayah yang hingga saat ini belum tersentuh aliran listrik PLN. Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah daerah untuk terus mengejar target elektrifikasi menyeluruh di Sulbar. Hingga tahun 2026 ini, tercatat masih terdapat 19 desa yang belum berlistrik PLN.
“Kami juga mengusulkan pembangunan jaringan listrik untuk mengaliri listrik di desa-desa yang belum berlistrik PLN. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan tidak ada lagi wilayah di Sulbar yang gelap gulita akibat belum tersedianya infrastruktur kelistrikan,” tambahnya.
Dengan adanya usulan ini, Dinas ESDM Sulbar berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat agar akses energi yang adil dan merata dapat segera terwujud di seluruh pelosok Sulawesi Barat, sejalan dengan visi-misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. adv/andibunga



