Mamuju ambarnews.com— Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi sebagai bagian dari upaya untuk mendukung Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, ”pengentasan kemiskinan dan membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter”.
Melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Andi Muhammad Yasin, Dinsos P3A dan PMD Sulbar melakukan pembahasan bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kementerian PU pada Senin, 2 Maret 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kementerian PU tersebut membahas langkah-langkah teknis percepatan pembangunan, mulai dari kesiapan lahan, perencanaan konstruksi, hingga dukungan infrastruktur penunjang agar Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat segera direalisasikan.
Kadinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, melalui Plt Kepala Bidang Dayasos dan Penanggulangan Kemiskinan Andi Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan salah satu program strategis yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga terintegrasi dengan pemberdayaan sosial dan penguatan ekonomi keluarga.
“Kami ingin memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini berjalan sesuai target. Koordinasi dengan Balai Kementerian PU sangat penting, terutama dalam aspek teknis perencanaan dan kesiapan infrastruktur,” ujar Andi Muhammad Yasin usai pertemuan.
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat kurang mampu, sehingga keberadaannya diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih inklusif dan terintegrasi.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun sistem yang terhubung dengan pemberdayaan sosial. Harapannya, anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus pendampingan sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas skema percepatan, termasuk sinkronisasi perencanaan anggaran dan tahapan pelaksanaan fisik di lapangan. Sinergi antara Dinsos P3A dan PMD Sulbar dengan Balai Kementerian PU diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan program Sekolah Rakyat Terintegrasi ini menjadi salah satu model penguatan layanan sosial berbasis kawasan, yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pemberdayaan dan pengurangan angka kemiskinan secara berkelanjutan. adv/andibunga



