Soppeng

Satu Tahun Nakhoda Suwardi–Selle, Torehkan Prestasi untuk Bumi Latemmamala

86
×

Satu Tahun Nakhoda Suwardi–Selle, Torehkan Prestasi untuk Bumi Latemmamala

Sebarkan artikel ini

SOPPENG-AMBARNEWS.COM || Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle, berbagai capaian pembangunan mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Soppeng.

Momentum tersebut dirangkaikan dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Pemerintahan yang dipadukan dengan buka puasa bersama ribuan masyarakat di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang evaluasi terbuka atas perjalanan satu tahun pemerintahan.

Melalui tayangan video refleksi, para undangan diajak menelusuri kembali berbagai program prioritas, tantangan, serta langkah strategis dalam mewujudkan visi “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan.”

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa refleksi tersebut merupakan “panggung kejujuran” bagi pemerintahannya.

“Refleksi hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung kejujuran untuk melihat sejauh mana janji telah ditunaikan dan tantangan apa yang masih menghadang,” ujarnya.

Ia mengakui, tahun pertama pemerintahan tidak berjalan mudah. Kabupaten Soppeng menghadapi tekanan fiskal akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, dengan pengurangan APBD sekitar Rp70,6 miliar pada 2025 dan kembali berkurang Rp188 miliar pada 2026. Meski demikian, pemerintah daerah memilih langkah inovasi dan efisiensi tanpa membebani masyarakat.

Capaian Makro dan Sektor Strategis

Secara makro, hingga September 2025 pertumbuhan ekonomi Soppeng tercatat 4,73 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 73,63, angka kemiskinan berada di kisaran 6,65 persen—lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional—serta inflasi per November 2025 tercatat 2,42 persen.

Di sektor pendidikan, alokasi anggaran mencapai 33,4 persen dari APBD 2025. Program yang direalisasikan antara lain pengadaan 5.400 set seragam dan sepatu gratis bagi siswa baru SD dan SMP, 65 unit smart board, rehabilitasi 20 satuan pendidikan melalui APBD, serta revitalisasi 23 sekolah melalui APBN.

Implementasi Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis nasional yang berhasil dihadirkan di Soppeng. Kabupaten Soppeng ditetapkan sebagai salah satu dari 100 titik tahap pertama oleh Kementerian Sosial RI dengan nama Sekolah Rakyat 64 Soppeng. Untuk 2026, pembangunan sekolah berkonsep boarding school dengan anggaran Rp243 miliar tengah berlangsung di atas lahan seluas 7,1 hektare di Lingkungan Laempa, Kelurahan Lalabata Rilau.

Atas komitmen tersebut, pada 29 November 2025, Pemkab Soppeng menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dalam memajukan sektor pendidikan.

Pembenahan Kesehatan dan RSUD

Di bidang kesehatan, pembenahan difokuskan pada RSUD Latemmamala. Upaya peningkatan layanan dilakukan melalui penyediaan obat, optimalisasi antrean JKN Online, implementasi SIM-RS, hingga penyesuaian ruang rawat inap sesuai standar KRIS.

Defisit anggaran BLUD RSUD berhasil ditekan dari Rp18,8 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp3,7 miliar pada akhir 2025. Selain itu, penguatan layanan puskesmas, pembangunan Unit Transfusi Darah, serta alokasi Rp28,2 miliar untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC) Non-Cut Off turut memperluas akses kesehatan masyarakat.

Pertanian, Infrastruktur, dan Tata Kelola

Sektor pertanian tetap menjadi pilar utama ekonomi daerah. Total anggaran prasarana dan sarana pertanian 2025 mencapai Rp57,17 miliar, meliputi pembangunan jalan usaha tani, irigasi, program listrik masuk sawah, bantuan alsintan, serta benih unggul.

Produksi padi meningkat 9,93 persen dan produksi jagung melonjak 32,50 persen dibanding tahun sebelumnya. Serapan gabah petani juga melampaui target hingga 117 persen. Kabupaten Soppeng turut meraih penghargaan dari Bank BRI atas implementasi Kartu Tani terbaik kedua di Sulawesi Selatan.

Di sektor infrastruktur, dilakukan peningkatan dan preservasi enam ruas jalan sepanjang 3,7 kilometer, penggantian dua jembatan, serta peningkatan dua ruas jalan melalui Inpres dengan dukungan APBN sekitar Rp50 miliar.

Pada aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Soppeng meraih skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh KPK, menempatkannya pada peringkat pertama kategori Zona Hijau/Terjaga di Sulawesi Selatan. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 juga meningkat menjadi 88,53.

Menutup paparannya, Bupati Suwardi Haseng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi mendukung visi “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan.” Meski tantangan fiskal pada 2026 diprediksi masih berat, pemerintah daerah optimistis inovasi akan tetap menjadi motor penggerak pembangunan.

Kegiatan refleksi tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah dan jajaran ASN, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, kepala desa dan lurah, insan pers, serta masyarakat yang memberikan apresiasi atas capaian satu tahun kepemimpinan tersebut.