Berita

Sinergi Antar Tim Kerja, DPMPTSP Rumuskan Potensi Kemitraan Usaha Berbasis Data NIB

41
×

Sinergi Antar Tim Kerja, DPMPTSP Rumuskan Potensi Kemitraan Usaha Berbasis Data NIB

Sebarkan artikel ini

Mamuju ambarnews.com— Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal kembali memperkuat kolaborasi internal dengan Tim Kerja Pengendalian dan Pengawasan Penanaman Modal. Sinergi ini dilakukan dalam rangka menyusun potensi kemitraan usaha daerah yang lebih terarah, berbasis data faktual melalui inventarisasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Koordinasi dilakukan pada Senin 9 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung secara intensif ini bertujuan untuk memetakan pelaku usaha, sektor unggulan, serta peluang kemitraan strategis antara usaha besar, menengah, dan usaha mikro kecil di Sulawesi Barat. Data NIB menjadi rujukan utama karena dianggap paling mutakhir dan komprehensif dalam menggambarkan ekosistem usaha daerah.

Inisiatif ini juga sejalan dengan Misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.” DPMPTSP memandang bahwa iklim investasi yang kondusif, berbasis data, dan berorientasi kemitraan merupakan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

Plt. Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Barat, Amir menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam perencanaan investasi daerah.

“Inventarisasi dan pemanfaatan data NIB bukan sekadar administrasi, tetapi fondasi bagi perumusan kebijakan investasi yang tepat sasaran. Melalui sinergi antar tim kerja, kita ingin memastikan setiap peluang kemitraan usaha benar-benar berpijak pada kondisi riil di lapangan dan berkontribusi nyata pada terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur menekankan bahwa kolaborasi dengan Tim Pengendalian dan Pengawasan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan investasi.

“Data NIB yang terinventarisasi dengan baik akan membantu kami mengidentifikasi sektor potensial, pola kemitraan yang mungkin dibangun, serta kendala yang perlu diatasi. Sinergi ini memastikan bahwa pengembangan iklim penanaman modal berjalan seiring dengan pengawasan yang efektif dan akuntabel, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah,” jelasnya.

Ke depan, hasil pemetaan ini akan menjadi bahan utama bagi DPMPTSP dalam merancang program fasilitasi kemitraan usaha, peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, serta strategi promosi investasi yang lebih terfokus dan berdampak.

DPMPTSP berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas tim kerja dan pemanfaatan data digital sebagai basis pengambilan keputusan, demi terciptanya iklim investasi yang kondusif sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. adv/andibunga