Nias Utara

Diduga Bermasalah, Proyek Revitalisasi SMP Negeri 2 Tugala Oyo Disorot Warga

447
×

Diduga Bermasalah, Proyek Revitalisasi SMP Negeri 2 Tugala Oyo Disorot Warga

Sebarkan artikel ini

NIAS UTARA-AMBARNEWS.COM || Proyek Revitalisasi SMP Negeri 2 Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, yang bersumber dari Dana APBN Tahun Anggaran 2025 senilai Rp1.650.000.000 (satu miliar enam ratus lima puluh juta rupiah) mendapat sorotan serius dari masyarakat setempat. Proyek yang dikelola melalui Direktorat SMP ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sejumlah temuan di lapangan menunjukkan indikasi pengerjaan yang tidak memenuhi standar teknis. Di antaranya, pemasangan pondasi yang dilakukan tanpa pasir uruk dan dikerjakan saat kondisi galian masih tergenang air, penggunaan besi tiang tembok layar UKS yang dinilai tidak sesuai spesifikasi, pemasangan kusen (meni) kayu yang belum terpasang di ruang administrasi dan laboratorium, serta pemakaian baja ringan dan seng yang diduga merupakan material bekas dan berlubang.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga Desa Tugala Oyo. Mereka meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas keuangan negara untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.

“Ini proyek baru menggunakan dana negara, tetapi kualitas pekerjaannya jauh dari harapan. Kami minta aparat terkait segera turun tangan,” ujar salah satu warga pada Jumat, 6 Februari 2026.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan desakan serupa. Mereka meminta Kejaksaan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk melakukan audit dan investigasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami berharap ada transparansi dan pertanggungjawaban agar dana APBN benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, bukan diselewengkan,” tegas perwakilan tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMP Negeri 2 Tugala Oyo belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media.

(Darmawan Zalukhu)