Berita

Dukung Program Nasional 3 Juta Rumah, Dinas Perkimtanhub Sulbar Gelar Coffee Morning Bahas Isu Strategis Perumahan

76
×

Dukung Program Nasional 3 Juta Rumah, Dinas Perkimtanhub Sulbar Gelar Coffee Morning Bahas Isu Strategis Perumahan

Sebarkan artikel ini

Mamuju ambarnews.com– Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional 3 juta rumah dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 dan 2027.

Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden, yang bertujuan mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coffee Morning dengan tema “Isu Strategis di Bidang Perumahan di Provinsi Sulawesi Barat”, yang berlangsung di Sakker Perumahan Sulbar pada Kamis (5/2).

Kegiatan ini menjadi wadah dialog dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah strategis percepatan pembangunan perumahan di daerah.

Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dam Salim S Mengga, yakni mempercepat pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun infrastruktur yang kuat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kepala Dinas Perkimtanhub Sulbar, Maddareski Salati, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar pihak terkait, sehingga program perumahan di Sulbar dapat terealisasi lebih cepat dan tepat sasaran.

“Ini menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi dan langkah bersama dalam mempercepat realisasi program perumahan di Sulbar,” kata Maddareski.

Menurut Maddareski, program perumahan yang diupayakan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah baru, tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui beberapa aspek strategis.

Antara lain, meningkatkan pendapatan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, penanganan rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan permukiman kumuh.

Selain itu, peningkatan ketersediaan infrastruktur juga menjadi prioritas untuk menurunkan risiko bencana, termasuk penyediaan dan rehabilitasi rumah bagi korban bencana.

Maddareski menegaskan bahwa program 3 juta rumah bukan sekadar target angka, melainkan amanah untuk memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, lembaga keuangan, serta masyarakat.

“Program 3 juta rumah dan rumah susun bukan sekadar target angka, tetapi amanah untuk memastikan masyarakat memiliki hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, lembaga keuangan, serta masyarakat,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Dinas Perkimtanhub Sulbar berharap percepatan program perumahan dapat
terealisasi karena berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Sulbar, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah. adv/andibunga