Rilis 22
Dari Bantuan Jadi Kesejahteraan: Panen Raya Bawang Merah Kalukku Tegaskan Keberhasilan Program Gubernur Suhardi Duka
Panen Raya Bawang Merah di Kalukku, Bukti Nyata Keberhasilan Program Gubernur Sulawesi Barat
Panen Raya Bawang Merah Jadi Saksi: Kebijakan Pro-Petani Gubernur Suhardi Duka Berhasil di Sulbar
Mamuju ambarnews .com–Kelompok Tani Sirannuang II, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, melaksanakan Panen Raya Bawang Merah, Selasa, 04 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil dari penyaluran bantuan benih bawang merah dan pupuk organik Tahun 2025. Dengan luas panen mencapai 1,5 hektare, potensi hasil produksi diperkirakan mencapai 15 ton, menjadi capaian yang membanggakan sekaligus meningkatkan optimisme petani terhadap usaha tani hortikultura.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menyampaikan hasil panen bawang merah tersebut langsung diserap oleh pedagang lokal. Bawang merah yang dipanen oleh Kelompok Tani Sirannuang II dibeli oleh pedagang sekitar dan kemudian dipasarkan ke pasar-pasar lokal yang ada di Sulawesi Barat.
“Dengan produksi mencapai 25 ton, ini secara langsung mengurangi ketergantungan pasokan bawang merah dari luar wilayah Sulawesi Barat. Artinya, petani kita bukan hanya menghasilkan, tetapi juga menjadi penopang utama kebutuhan pasar daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hamdani Hamdi menegaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak nyata dari kebijakan Gubernur Suhardi Duka yang mendorong penguatan produksi lokal.
“Jika produksi lokal terus ditingkatkan seperti ini, maka arus pemasukan bawang merah dari luar daerah bisa ditekan. Ini sejalan dengan semangat swasembada pangan dan penguatan ekonomi daerah, di mana perputaran ekonomi terjadi di Sulawesi Barat dan memberi keuntungan langsung bagi petani,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, drh. Agus Rauf, menambahkan, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menempatkan sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi rakyat, untuk itu Dinas TPHP hadir di tengah petani sebagai komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program pertanian berjalan efektif dan tepat sasaran.
Agus menuturkan, panen bawang merah ini juga memiliki keterkaitan strategis dengan upaya mendukung swasembada pangan dan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketersediaan bawang merah sebagai komoditas hortikultura menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan yang bersumber dari produksi petani lokal, sekaligus memperkuat peran petani Sulawesi Barat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Masnawi, menjelaskan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dengan nilai ekonomi tinggi.
“Dari luas panen 1,5 hektare dengan potensi produksi hingga 15 ton, ini menunjukkan bahwa pendampingan teknis, benih bermutu, dan pupuk organik yang tepat mampu menghasilkan produksi optimal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi petani lain untuk mengembangkan komoditas hortikultura secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Sirannuang II, Sabar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya kepada Gubernur Suhardi Duka, atas bantuan benih bawang merah yang telah diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Suhardi Duka atas bantuan benih bawang merah. Bantuan ini sangat membantu kami petani, hasilnya nyata dan pendapatan kami meningkat. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Panen raya bawang merah di Desa Beru-Beru menjadi bukti bahwa program pembangunan pertanian yang dirancang dengan baik dan berpihak kepada petani mampu menggerakkan ekonomi dari bawah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, sektor pertanian Sulawesi Barat menunjukkan arah yang jelas: produktif, mandiri, dan memberikan kesejahteraan nyata bagi petani dan masyarakat luas. adv/andibunga



